Ketik disini

Metropolis

Akhirnya, Pemerintah Hadir di Bintaro!

Bagikan

MATARAM – Mendapat cemooh karena dianggap hilang saat warga membutuhkan, Pemkot Mataram akhirnya hadir di Bintaro, kemarin(27/12). Sebuah alat berat dan tiga mesin pompa dikerahkan untuk mengatasi masalah utama genangan di sana.

“Saya bawa satu regu pasukan,a�? kata Kepala BPBD Kota Mataram Dedy Supriady.

Setibanya di lokasi siang itu, timnya langsung mengoperasikan tiga mesin pompa yang masing-masing dibawa oleh BPBD, Dinas PU, dan pinjaman warga. Tim sempat kesulitan untuk memompa air yang menggenang di area tersebut.

Letak laut yang cukup jauh menjadi kendala. Terlebih lokasinya lebih tinggi dari pemukiman warga. a�?Ini selangnya kurang panjang,a�? ujarnya.

Akhirnya diputuskan membuat kolam penampungan sementara beberapa meter dari lokasi genangan. Selanjutnya dari kolam itu air kembali dipompa menuju laut. a�?Ini cara yang paling memungkinkan untuk sekarang ini,a�? kata Kadis PU Kota Mataram Mahmuddin Tura yang juga hadir di lokasi.

Sayangnya, pembuatan kolam retensi ini masih terkendala lahan. “Persoalannya lahan ini milik warga. Dan, pemilik lahan ini ada di luar daerah. Jadi kita kesulitan koordinasi. Harus ada yang menjamin. Minimal untuk kita pinjam lahan,” ungkap Tura.

Dari pantauan kemarin, sudah terlihat ada dua mesin pompa air bekerja untuk menyedot air di lingkungan warga. Ia mengatakan akan ada tambahan mesin pompa air lagi, sebanyak tiga unit untuk membantu menyedot air dari kawasan pemukiman warga.

a�?Iya jangan sampai (sedot pakai pompa) ini sia-sia. Jadi harus ada kolam khusus yang kita gunakan untuk menampung air buangan. Sebab jarak pemukiman warga, dengan laut lumayan jauh. Mesin pompa bekerja terlalu berat kalau seperti ini,a�? ulasnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Bintaro Jaya Sofian Hadi setelah berkoordinasi dengan Tura, menyanggupi pembuatan kolam. Dengan syarat, pengerukan tidak terlalu dalam dan kolam hanya sebagai a�?transita�� air, untuk membantu pembuangan air ke laut.

a�?Jadi jangan dibiarkan airnya menggenang di kolam. Tetapi harus tetap dibuang ke laut,a�? pintanya dalam koordinasi itu.

Dalam penuturannya, Hadi sempat terlihat kesal. Ia menjelaskan selama lingkungannya tergenang ia sebenarnya sudah berusaha meminta bantuan pada SKPD teknis. Melalui perantara aparat kelurahan. Entah karena apa, permohonannya diberi bantuan mesin pompa ternyata tak kunjung direspon.

a�?Padahal di sana sudah ada Kasi (kepala seksi) dan staf lainnya. Tapi anehnya laporan saya lambat sekali ditanggapi,a�? terangnya dengan nada meninggi.

Ia juga menyampaikan harapan dari warganya, agar diberi bantuan tanah uruk untuk menutupi lekukan tanah sehingga air tergenang awet di sejumlah pemukiman warga. Hanya dengan cara itu, lanjut dia kawasan yang masuk dalam Bintaro Bekicot bisa terbebas dari genangan seperti saat ini.

a�?Ya minimal 10 dam truk, saya fikir di sini sudah bebas dari genangan seperti ini,a�? harapnya.

Kontur alam yang memang daerah cekungan disebut menjadi kendala terberat. Laut lebih tinggi dari kawasan itu, sementara Sungai Meninting letaknya masih cukup jauh. Kolam retensi atau kolam penampungan dianggap menjadi solusi paling pas dengan keadaan tersebut.

Itu seperti kolam penampungan yang ada di Somrok, Bintaro dan Kali Gedur Ampenan Selatan. Di dua lokasi tersebut, air diarahkan menuju kolam yang ada. Selanjutnya dari kolam air dipompa menggunakan mesin. a�?Kalau mau buat seperti itu, butuh setidaknya pembebasan lahan 20 are di sini,a�? ucapnya mengkaji kemungkinan.

Sedangkan untuk mesin pompa, dapat menggunakan yang ada di Kali Gedur, Ampenan Selatan. Pasca pemasangan jetti di kali tersebut tahun lalu, air sudah dapat mengalir lancar. Tidak ada lagi genangan atau pun banjir rob, sehingga dua mesin pompa yang ada tak pernah terpakai.

“Nanti kita analisa lagi kemungkinan-kemungkinan yang ada,a�? sambungnya.

Selain BPBD dan PU, siang kemarin Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Mataram juga hadir di lokasi itu. Mereka mengkaji bantuan untuk waga sesuai dengan aspek yang ditangani masing-masing.

Sofyan mengatakan, genangan tersebut terus terjadi sejak delapan hari terakhir. Sebelumnya, genangan juga silih berganti menghampiri mengikuti siklus hujan dan air pasang. a�?RT 06, 07, 08 yang tergenang, semuanya ada 75 KK,a�? ujarnya.

Tak hanya karena genangan, masyarakat di sana juga menderita karena cuaca tak menentu yang membuat mereka tak lagi bisa melaut. Sudah satu bulan lebih, gelombang memaksa nelayan menambatkan perahunya di pinggiran pesisir pantai. a�?Beginilah nasib kami,a�? ujanya tampak pasrah. (zad/yuk/r5)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka