Ketik disini

Metropolis

Banjir Bikin Sudenom Pusing

Bagikan

MATARAM – Genangan yang belakangan makin rutin terjadi di Mataram setiap hujan melanda juga merugikan bagi dunia pendidikan. Sejumlah sekolah tercatat selalu menjadi lokasi genangan rutin.

“Ada lumayan banyak, bukan satu dua itu,a�? kata Kadis Dikpora Kota Mataram H Sudenom, kemar(27/12).

SDN 47 Ampenan di Bintaro adalah salah satu contoh terparah. Selain itu, ia juga mencatat SDN 20 Ampenan, dan beberapa sekolah lagi di berbagai penjuru kota. Maslaah dari sekolah-sekolah yang tergenang itu serupa. Tak ada saluran yang memadai, serta lokasinya yang terbilang rendah.

“Kalau sudah rendah, air pasti mengalir ke sana, bingung deh mau buang ke mana,a�? katanya tampak pusing.

Lubang biopori atau sumur resapan menurutnya tak banyak membantu. Solusi dengan perbaikan saluran juga akan sia-sia jika sekolah itu masih rendah. Namun untuk meninggikan sekolah dibutuhkan biaya yang tak sedikit.

Proses peninggian juga tak bisa hanya sebatas halaman saja. Jika itu dilakukan, ruang-ruang kelas juga harus menyesuaikan, paralel dengan itu tinggi bangunan juga harus ditambah. a�?Jadi sama saja dengan bongkar total,a�? ujarnya.

Beruntung, genangan yang selama ini terjadi belum sampai masuk ke dalam ruang kelas. Genangan yang terjadi kala musim libur sekolah sedikit banyak juga disukurinya. a�?Kalau genangan ini pas ujian berlangsung, makin pusing deh kita,a�? katanya.

Di pesisir Sekarbela, hujan yang terus mengguyur membuat ombak makin meninggi. Kawasan Pantai Gading dan Mapak indah menjadi dua lokasi paling terdampak. Abrasi bahkan terjadi di pantai-pantai yang membentang di jalan lingkar selatan itu. a�?Warga sudah berteriak minta tolong sejak beberapa hari lalu,a�? ujarnya.

Ombak yang terus menerjang karena hembusan angin juga membawa sejumlah sampah. Area pesisir yang biasanya ramai dikunjungi kini tampak tak terurus. “Kita sudah gotong royongkan, tapi sampah datang terus,a�? jawabnya.

Ratusan nelayan yang tak bisa melaut adalah dampak lain dari cuaca tak menentu kali ini. Kini, masyarakat hanya bisa berharap musim angin dan hujan segera berlalu. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka