Ketik disini

Metropolis

Baru Dua Kasus yang Diungkap

Bagikan

MATARAM – Jumlah laporan yang masuk terkait pungutan liar (pungli) ke Tim Saber Pungli mencapai ratusan. BaikA� yang melalui Irwasda Polda NTB maupun Inspektorat NTB. Tapi yang sudah ditangani baru dua kasus, yakni kasus di pungli Prona Sekotong Barat dan Pemkab Lombok Barat. a�?Berikutnya dalam proses pemantauan laporan masyarakat,a�? kata Inspektur Inspektorat NTB Ibnu Salim kemarin, (27/12).

Ia menjelaskan, meski baru dua yang diproses, namun bukan berarti tim berdiam diri. Karena semua laporan yang masuk tetap ditindaklanjuti. Hanya saja sebelum sampai pada penangkapan tim harus melakukan kroscek data. Sebab banyak juga laporan yang tidak dilengkapi dengan fakta dan data di lapangan. Saat tim mengecek, ternyata sangat sulit menemukan fakta dan pergerakan uangnya. a�?Sangat sumir datanya,a�? kata mantan Kasat Pol PP NTB ini.

Berbeda dengan kasus pungli di Sekotong Barat. Tim bisa memantau pergerakan uang pungli tersebut sehingga bisa dilakukan tangkap tangan. Selain itu, keberadaan tim Saber Pungli juga berimplikasi besar terhadap nama baik seseorang. Apabila tim gegabah menangkap sembarangan maka bisa merugikan orang yang belum tentu bersalah. a�?Harus betul-betul diawasi data awal dulu,a�? ujarnya.

Berbeda dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang bisa dibuktikan langsung tindakan punglinya. Tapi dalam kasus-kasus laporan yang sudah lama, butuh proses untuk membuktikannya. Dari 40-an laporan yang masuk ke Inspektorat sebagian besar bersifat informatif. Untuk itu, ia menyarankan kepada warga bila melapor juga menyertakan dengan data dan fakta yang lebih lengkap, sehingga mudah ditindaklanjuti. a�?Itu menjadi awal untuk kita proses,a�? ujarnya.

Ibnu menambahkan, hingga saat ini tim saber pungli terusA� melakukan pemantauan dan monitoring terhadap semua aktivitas pelayanan di tengah masyarakat. Ia berharap ke depan praktik pungli semakin berkurang dan terus bisa ditekan. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka