Ketik disini

Headline Tanjung

Terumbu Karang di Pantai Kecinan Rusak Parah

Bagikan

TANJUNG – Kurang lebih 100 anak muda yang peduli lingkungan menggelar aksi transplantasi terumbu karang di Pantai Kecinan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Sabtu-Minggu (24-25/12) lalu. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap pelestarian lingkungan, khususnya daerah pesisir.

Pantai Kecinan dipilih sebagai lokasi lantaran kondisi terumbu karang di pesisir itu sudah rusak parah. Di beberapa titik, terumbu karang patah, lalu mati. Di tempat lain, hanya tersisa a�?bangkaia�? terumbu karang. Padahal sebelumnya daerah itu salah satu destinasi untuk snorkeling dan menyelam. Beberapa titik masih terjaga terumbu karangnya.

Di tempat itu, beberapa komunitas sudah menambah dengan transplantasi terumbu karang. Hasilnya saat ini, terumbu karang itu tumbuh dan menjadi rumah baru ikan-ikan. a�?Harapan kami dengan transplantasi ini kelak kondisi terumbu karang di sini bisa kembali pulih,” kata Aisyah Odist, panitia kegiatan.

Kegiatan ini merupakan keroyokan beberapa komunitas yang peduli terhadap lingkungan. Seperti, Lombok Eco International Connection, Dolphin Dive School, Earth Hour Mataram, Kelas Inspirasi Lombok, Lombok Free Dive, Rumah Singgah Lombok Backpacker, PASIR, mahasiswa Planologi Universitas Muhammadiyah Mataram. Termasuk juga para pelajar dan blogger yang peduli dengan lingkungan.

Kegiatan yang didukung PLN Wilayah NTB ini menanam kurang lebih 300 terumbu karang. a�?Kalau tumbuh 80 persen itu sudah bagus, yang penting nanti tetap dikontrol dan dirawat,” kata Nanang dari Dolphin Dive School.

Terumbu karang yang ditanam itu berada di kedalaman 6 sampai 8 meter. Tim membuat meja dengan ketinggian 1 meter. Selajutnya di atas meja itu diletakkan media tanam terumbu karang. Dengan cara seperti ini, kata Nanang, peluang hidup terumbu karang lebih besar. Berbeda jika media tanam itu langsung diletakkan di dasar laut yang terlalu dangkal.

Dalam kegiatan dua hari tersebut, para peserta juga sharing tentang terumbu karang. Nanang yang berpengalaman di olahraga menyelam dan kegiatan transplantasi terumbu karang memberikan edukasi terumbu karang. Harapannya jika ada kegiatan serupa ke depannya bisa lebih maksimal.

Surya Fira dari komunitas Kelas Inspirasi Lombok mengatakan, kegiatan peduli lingkungan seperti ini biasanya menjadi acara tambahan di komunitas Kelas Inspirasi Lombok. Kegiatan utamanya adalah bidangA� pendidikan. Memotivasi dan berbagi pengalaman profesi pada murid-murid SD. Tapi dalam beberapa kegiatan Kelas Inspirasi Lombok, para relawan melanjutkan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satunya peduli lingkungan. a�?Kami ikut kegiatan transplantasi terumbu karang ini sekaligus menambah pertemanan dan pengalaman yang nanti bisa kami bagi ke peserta kelas inspirasi,” katanya.

Kegiatan transplantasi terumbu karang rencananya akan dilanjutkan kembali pada Februari 2017. Para relawan dari berbagai komunitas ini sepakat akan menggelar acara serupa di Gili Tangkong, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Gili Tangkong merupakan salah satu destinasi pariwisata Lombok Barat. Keberadaaan terumbu karang di Gili Tangkong sebagian sudah rusak.

a�?Selama ini kita hanya menikmati keindahan bawah laut tanpa memerhatikan kelestariannya. Mudah-mudahan acara seperti ini lebih sering digelar,” katanya. (fat/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka