Ketik disini

Giri Menang

Bupati Fauzan: Saya Bukan Peramal

Bagikan

GIRI MENANG – Sengketa pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Lombok Barat terus berlanjut. Dua desa yang mengajukan aduan belum lama ini, terus mendesak pihak terkait segera bersikap atas tuntutan mereka.

Terkait hal itu, Pemkab Lombok Barat pun bergerak cepat. Dengan membentuk tim penyelesaian sengketa yang melibatkan berbagai unsur. Seperti kepolisian, kejaksaan, hingga KPU.

Hal ini diungkapkan Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid usai menghadiri acara peresmian gedung serbaguna keserasian sosial, di Desa Golong, Kecamatan Narmada, kemarin (28/12).

“(Sengketa Pilkades) Saya minta dibikin tim, hasilnya nanti tergantung tim,a�? terangnya.

Kehadiran tim tersebut diharapkan bupati menyelesaikan aduan yang diajukan masyarakat, khususnya Desa Ombe. Karena itu Mantan Ketua KPU NTB ini meminta masyarakat bersabar dan bisa menahan diri. Selanjutnya menyerahkan semua prosesnya ke tim yang dibentuk. “Bukan lamban, prosesnya memang seperti ini,a�? ujarnya.

Lalu apakah keputusan tim bisa mengubah hasil pilkades di desa tersebut? Orang nomor satu di Lobar ini memberikan jawaban normatif. “Saya bukan peramal, ndak tahu saya. Nanti saja kita lihat,a�? pungkasnya kemudian.

Secara umum, proses pilkades serentak 2016 di Lobar diklaim berlangsung kondusif. Namun belakangan, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Lobar selaku panitia kabupaten menerima dua aduan.

Dua aduan itu dilayangkan oleh salah satu calon kades Ombe Baru dan Gili Gede Indah. Keduanya kompak menduga ada kejanggalan dalam proses penghitungan suara pada pilkades serentak yang berlangsung di desa masing-masing.

Namun terlepas dari itu, proses pelantikan kades pemenang pada pilkades serentak 2016 telah direncakanakan digelar 20 Februari mendatang. Kemungkinan dimajukan Januari. “(Pelantikan) Belum diputuskan,a�? ucap Kasubid Pemerintahan Desa BPMPD Lobar Suhamdi belum lama ini. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka