Ketik disini

Headline Sumbawa

Mutasi Terbesar Sepanjang Sejarah Sumbawa

Bagikan

SUMBAWA – Sebanyak 805 pejabat di lingkup pemerintahan Kabupaten Sumbawa bergeserA� gerbong mutasi yang digelar Bupati HM Hudni Djibril dan Wakil Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah kemarin. Mutasi ini menjadi mutasi terbesar dalam Sejarah Kabupaten Sumbawa.

Bahkan untuk menggelar acara ini, Bagian Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Sumbawa menggelar di halaman kantor bupati. Tidak seperti biasanya di aula lantai III kantor bupati. Dari ratusan pejabat yang dimutasi, mulai dari pejabat eselon II/a hingga pejabat eselon IV/b, ada pejabat yang hanya dikukuhkan bergeser dan promosi. Mulai dari sekretaris hingga kepala sub bagian dan kepala seksi di kelurahan.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 13.00 Wita. Setelah pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, langsung ke acara inti yakni pembacaan pejabat dengan jabatan baru. Yang pertama dimulai dari pejabat eselon II/a yakni Sekretaris Daerah. Pejabat sebelumnya H Rasyidi, dikukuhkan kembali menjadi Sekda Kabupaten Sumbawa.

Selanjutnya, pejabat eselon II/b sebanyak 31 orang. Eselon III/a sebanyak 62 orang, esselon III/b sebanyak 104 orang, esselon IV/a sebanyak 510 orang dan esselon IV/b sebanyak 97 orang.

Khusus untuk jabatan eselon II/b, sebagian besar hanya dilakukan pengukuhan pejabat sebelumnya. Hal ini karena adanya perubahan nama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Misalnya jabatan Asisten Pemerintahan tetap dijabat H Muh Ikhsan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan tetap dijabat Didi Darsani. Hanya saja ada penambahan satu asisten lagi yakni Asisten Administrasi Umum. Untuk jabatan ini diisi oleh A Rahim. Sebelumnya pada mutasi beberapa bulan lalu Rahim digeser dari Inspektorat menjadi Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K). Saat ini, BP4K dihapus.

Beberapa pejabat hanya bergeser seperti Mustafa yang dipercaya memimpin OPD yang baru naik status yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbawa. Sedangkan pejabat sebelumnya yakni Sahril, yang sebelumnya menjabat aselon III mendapat promosi naik pangkat menjadi eselon II. Sahril dipercaya mengisi jabatan baru sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Sebelumnya OPD ini bernama Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) yang dikepalai oleh Wirawan.

Saat ini Wirawan juga naik pangkat menjadi eselon II dan dipercaya menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah. Selanjutnya Kantor Ketahanan Pangan yang pada OPD baru berubah menjadi Dinas Pangan kini dijabat Sirajuddin yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Pertambangan.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan sebelumnya Surya Darmasya kini dipercaya menjabat sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumbawa. Surya Darmasya menggantikan posisi Ibrahim Patawari yang mendapat promosi menjadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumbawa.

Untuk jabatan kepala Satuan Polisi Pamong Praja yang sebelumnya dijabat Edi Retno Sanjaya kini dijabat Mas’ud. Selanjutnya H Ibrahim yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Kehutanan dipercaya menjabat kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa. Mas’ud didampingi Rachman Ansori sebagai sekretaris. Ansori sebelumnya menjabat KabagA� Humas dan Protokol Setda Sumbawa.

Bupati Sumbawa HM Husni Djibril dalam sambutannya berharap kepada para pejabat struktural yang baru dilantik untuk bekerja maksimal sesuai dengan peran masing-masing. Khusus kepada para kepala perangkat daerah bupati memerintahkan untuk segera menyelaraskan segala regulasi yang menjadi panduan dalam bekerja sesuai denga OPD baruA� yang ada. Bupati memberi waktu penyelarasan itu hingga dua bulan ke depan.

Dalam sambutannya, bupati juga juga mengaku telah banyak tahapan yang dilakukan baik dengan wakil bupati maupun dengan tim Baperjakat untuk menghasilkan formasi ideal.

“Kalau saya tidak salah sekitar 22 hari saya dan Pak Wabup melakukan konsultasi. Bahkan di hari H pelaksanaan acara ini, semua itu bermuara pada keinginan kami untuk mendapatkan pejabat yang memiliki kompetensi sesuai persyaratan pada suatu jabatan,” tegasnya.

Meskipun diyakini bupati, pelantikan yang dilakukanA� tentu tidak mungkin memuaskan semua pihak. Hanya saja bupati menegaskan kebijakan mutasi yang dilakukannya ini tidak ada ASN yang didemosi apalagi sampai dinonjobkan.

“Kami sadar bahwa kami tidak akan bisa menyenangkan semua pihak. Oleh Karena itu, saya menyampaikan permohonan maaf terhadap pihak-pihak yang mungkin dirugikan dengan adanya mutasi ini,” katanya.

Di bagian lain bupati juga memberi klarifikasi terhadap sejumlah pejabat yang mendapat undangan pelantikan maupun pengukuhan namun tidak dilakukan kemarin. Hal itu disebabkan karena masih ada tiga dinas yang para pejabatnya terpaksa ditunda pelantikannya. Yakni pejabat yang akan mengisi jabatan di Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD). Alasan utamanya karena harus menyelesaikan pertanggungjawaban keuangan tahun 2016. Penyelesaian pertanggungjawaban tersebut sedikit molor karena masih menunggu proses transfer dana alokasi khususA� (DAK) dari pemerintah pusat.

“Namun saya pastikan pelantikan akan dilakukan paling telat pada 31 Desember mendatang sesuai dengan OPD yang baru,” kata bupati. (aen/r 4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka