Ketik disini

Giri Menang

Nelayan Jangan Melaut!

Bagikan

GIRI MENANG – Angin kencang, disertai gelombang tinggi diprediksi masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTB wilayah Kediri mengimbau, nelayan di Lobar tidak turun melaut. Sebab, cuaca buruk yang tengah melanda NTB dan sekitarnya dianggap masih sangat berbahaya.

Kasi Data dan Informasi BMKG wilayah Kediri Luhur Tri Uji Prayitno menjelaskan, tinggi gelombang laut di sekitaran NTB saat ini tergolong cukup tinggi. Yakni, Selat Lombok dengan ketinggian mencapai 0,5-2,0 meter, Selat Alas gelombang mencapai 0,5-2,0 meter, Selat Sape 0,25-2,0 meter. Kemudian Perairan Utara NTB 0,5-0,75 meter, dan Perairan Selatan NTB 1,0-2,0 meter.

“Sementara untuk curah hujan, kami perediksi beberapa bulan ke depan normal, bahkan mungkin saja di bawah normal,a�? terangnya, kemarin (28/12).

Luhur menerangkan, puncak musim hujan terjadi Desember ini. Khusunya pada minggu kedua dan ketiga. Diperkirakan musim hujan masih akan terus berlangsung hingga Januari dan Februari tahun depan.

“Sisa Desember ini, kami prediksi terjadi curah hujan dengan intensitas sedang dan lebat,a�? jelasnya.

Angin kencang yang terjadi saat ini disebabkan karena angin monsun yang bertiup dari arah barat Indonesia menuju NTB. Akibatnya, gelombong air laut di wilayah perairan NTB pun tinggi.

Kriteria BMKG, jika ketinggian gelombang lebih dari empat meter sangat mebahayakan untuk penyeberangan kapal. Sementara untuk nelayan, gelombang dengan ketinggian 2 meter tergolong berbahaya dan disarankan tidak melaut. “Perlu kita tingkatkan kewaspadaan,a�? katanya.

Pantuan Lombok Post di sejumlah pesisir pantai di Lobar, nelayan memilih tidak turun melaut. Seperti nelayan di pesisir pantai Dusun Senggigi dan Dusun Kuranji Bangsal.

Banyaknya nelayan yang memilih memarkirkan perahu pun berdampak pada harga ikan di sejumlah pasar tradisional. Tangkapan yang sedikit tidak sebanding dengan jumlah permintaan masyarakat. Sehingga membuat penjual ikan menaikkan harga.

Seperti pengakuan pedagang ikan di Pasar Lembar. Harga semua jenis ikan laut, rata-rata naik yang dari harga biasanya Rp 20 ribu perkilo naik Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu perkilo.

“Sudah tiga bulan (harga naik), karena ombak tinggi, nelayan tidak berani melaut,a�? kata Mariyani, salah seorang pedanag di Pasar Lembar. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka