Ketik disini

Metropolis

Pasokan Listrik Aman Hingga 2020

Bagikan

MATARAM – General Manajer PLN Wilayah NTB Karyawan Aji memastikan pasokan listrik untuk wilayah Lombok, Sumbawa dan Bima aman hingga tahun depan. Apalagi dengan adanya penambahan pembangkit di beberapa tempat di NTB. Ia yakin akan mampu memenuhi kebutuhan listrik hingga 2020.

Hal ini diungkapkan dalam keterangan pers di kantor Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) NTB, kemarin (28/12). Selain PLN, hadir pula PT Pertamina. Dalam pertemuan itu, Karyawan Aji menjelaskan, dari 35.000 MW target nasional, NTB dapat jatah 500 MW hingga 2020. Untuk mencapai target ini, beberapa proyek pembangkit yang tengah dibangun saat ini, antara lain PLTGU Lombok Peaker di Mataram dengan kapasitas 150 MW ditargetkan selesai 2018, Mobile Power Plant di Jeranjang Lombok Barat berkapasitas 50 MW tahun ini tuntas, PLTMG Sumbawa Badas Sumbawa 50 MW, PLTMG Bima di Bonto Bima 50 MW. Keduanya ditargetkan selesai 2018, kemudian PLTU LombokA� di Lombok Timur berkapasitas 2×50 MW, dan Lombok tahap II 2×50 MW selesai 2019/2020.

Jika pembangunan pembangkit listrik ini lancar, maka kebutuhan energi listrik di NTB akan terpenuhi. Termasuk untuk menunjang kebutuhan listrik sektor pariwisata, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalila yang membutuhkan sekitar 100 MW,A� tapi di awal-awal hanya 50 MW, sehingga bisa ditangani.

Aji menambahkan, semua itu bisa terjadi dengan catatan, pembangunan transmisi berjalan lancar, tidak ada hambatan selama beberapa tahun ke depan. Jangan sampai pembangunan transmisi terganggu karena permasalahan sosial, protes dari warga dan sebagainya. a�?Biasanya permasalahan sosial ini bisa menghambat,a�? ujarnya.

Sementara itu, Reggi Senjang, Sales Eksekutif PT Pertamina NTB mengatakan, terkait kebijakan penetapan satu harga BBM masih mengalami kendala di daerah terpencil. Kenyataanya di NTB sendiri seperti di Pulau Sumbawa harga BBM bisa sampai Rp 10 ribu. Suplai di NTB tetap mendapat jatah dari Surabaya. Jika kondisi darurat NTB akan mendapat suplai dari Pelabuhan Manggis di Bali.

Ia menyebutkan, jumlah SPBU di NTB saat ini 66 unit, terbagi di Pulau Lombok sebanyak 44 SPBU, dan 22 SPBU di Pulau Sumbawa. Di 2017, akan ada penambahan beberapa SPBU baru seperti di Senggigi, Pemenang Lombok Utara dan SPBU Sambelia Lombok Timur. Di Sumbawa ada dua tambahan SPBU yakni di jalur menuju Gunung Tambora. Di mana jarak antara SPBU di sana mencapai 48 km sehingga sangat perlu penambahan SPBU. Kemudian satu SPBU lagi akan dibangun di daerah Bima.

Kepala Distamben NTB H Muhammad Husni mengatakan, kepastian pasokan kebutuhan energi ini sangat penting, baik energi listrik maupun bahan bakar minyak. Sebab sektor ini sangat krusial, bila sedikit saja terlambat untuk dipenuhi maka bisa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Ia tidak ingin pembangunan terhambat karena masalah energi, untuk itu Husni berharap upaya penambahan daya dan pasokan bahan bakar ke depan akan tetap lancar. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka