Ketik disini

Headline Praya

Pupuk Berlogo Mirip Palu Arit Beredar

Bagikan

PRAYA – Karung pupuk menapilkan gambarA� mirip palu arit di Lombok Tengah (Loteng) beredar. Salah satunya ditemukan, di toko milik H Umar Saleh, warga Lingkungan Tiwu Asem Kelurahan Renteng, Praya. Ia mengaku mendapatkan stok pupuk non subsidi itu, dari pengusaha pupuk di Kediri, Lombok Barat (Lobar).

a�?Saya tidak tahu dan tidak sadar, kalau pupuk yang saya jual ini, ada gambar semacam itu,a�? kata Umar, kemarin (28/12) sembari menunjukkan tumpukan pupuk digudangnya.

Orang pertama yang mengetahuinya, kata Umar yaitu Babinsa Serma Muksin. Anggota Kodim 1620/Loteng tersebut, datang melakukan pengecekan stok pupuk di seluruh pengecer di Kelurahan Renteng. Ia pun kaget, begitu melihat gambar mirip palu arit dibeberapa karung pupuknya itu.

Gambar tersebut sebenarnya merupakan pelengkap keterangan peringatan a�?Use No Hooka�? alias jangan pakai gancu (pengait) untuk menarik karung pupuk. Namun logo pengait yang terpasang terlihat seperti arit pada bendera Partai Komunis.A� Kemudian tanda silang menguatkan kesan seperti palu arit.

a�?Total pupuk yang didrop ke gudang saya ini sebanyak 1,5 ton. Semuanya jenis NPK Phoska,a�? kata Umar didampingi Babinsa Renteng Serma Muksin.

Dari jumlah itu, kata Umar dua kuwintal diantaranya sudah terjual. Dihargai sebesar Rp 95 ribu per karung, berisi 50 kilo. Ia menegaskan, simbol atau gambar yang mengarah kepada komunisme, tidak diketahui sebelumnya. Kendati demikian, ia berharap pupuk non subsidi yang dijualnya itu tidak disita.

Kalau pun disita, tambah Umar sebaiknya diambil karungnya saja. Sedangkan pupuknya bisa dijual kembali dan dimanfaatkan para petani. Apalagi, saat ini pupuk mengalami kelangkaan dan mahal.

a�?Maklum kami ini hanya orang kecil. Kami tidak tahu apa-apa, kecuali mengais rizki saja,a�? katanya.

Informasi peredaran pupuk semacam itu juga terjadi di Desa Kateng, Praya Barat dan beberapa desa lainnya di Loteng. Dikonfirmasi Lombok Post melalui telepon genggamnya, kepala desa (kades) setempat Lalu Saripudin mengatakan, belum menerima laporan yang dimaksud, apalagi menemukannya.

Kendati demikian, pihaknya akan mengerahkan para kepala dusun (kadus) dan tokoh masyarakat, untuk melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pengecer. a�?Mudah-mudahan tidak ada,a�? kata Saripudin.

Sementara itu, Babinsa Renteng Serma Muksin mengingatkan agar, para pengecer lebih selektif. Di Kelurahan Renteng, kata Serma Muksin jumlah pengecernya ada empat, membackup enam lingkungan.A�A� a�?Sebelumnya, kami sudah mengingatkan kepada pemilik, agar tidak membuka bisnis penjualan pupuk. Kecuali, sudah mengantongi izin,a�? kata Serma Muksin.

Lebih lanjut, pihaknya akan melaporkan hasil temuannya itu, ketingkat pimpinan tertinggi, termasuk Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak). Dengan harapan, dapat dilakukan pengawasan terhadap peredaraan pupuk bersangkutan.

a�?Khususnya, pupuk palsu,a�? kata Serma Muksin.

Senada dikatakan Sekda HM Nursiah. Orang nomor satu dijajaran birokrasi Loteng itu meminta agar, Bakesbangpoldagri dan kepolisian segera menindaklanjuti temuan tersebut. Dengan cara, memberikan imbauan atau pengarahan kepada para pengecer dan atau penjual pupuk lainnya, di 139 desa/kelurahan di 12 kecamatan di seluruh Gumi Tatas Tuhu Trasna.

a�?Tolong Bakesbangpoldagri berkoordinasi dengan Polres. Jangan sampai peredaran gambar atau simbol yang tidak kita inginkan itu, kemana-mana. Harus distop,a�? serunya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka