Ketik disini

Praya

Supardi Ingin Bentuk FKD Tandingan

Bagikan

PRAYA – Kepengurusan Forum Kepala Desa (FKD) Lombok Tengah (Loteng) yang baru saja dibentuk mulai mendapat gangguan. Beberapa Kepala Desa (Kades) di Loteng, menolak struktur kepengurusan yang disusun Ketua FKD, Sahim. a�?Apa pun alasannya, kami lebih baik mengambil posisi berseberangan saja,a�? tegas mantan sekretaris FKD Loteng Supardi Yusuf, kemarin (28/12).

Ia melihat, penempatan struktur kepengurusan FKD yang baru, tidak mengacu pada pendekatan sosiologis. Namun, lebih kepada kepentingan kelompok dan kepentingan politik. Jika dibiarkan begitu saja, maka dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan lebih besar lagi.

Sehingga untuk mengantisipasinya, kata Supardi sebagian kades sepakat menolak masuk dalam kepengurusan. Kecuali, penyusunan dan penempatan kepengurusannya dibicarakan secara terbuka, melibatkan 127 kades di seluruh Gumi Tatas Tuhu Trasna, bukan tertutup atau atas dasar kedekatan dan kepentingan tertentu.

a�?Kalau sudah seperti itu, maka kami juga sepakat akan membentuk organisasi baru. Tapi, bukan dualisme kepengurusan,a�? kata kades Pengembur tersebut.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada kades yang merasa berseberangan, agar ikut bergabung dengan organisasi baru yang dimaksud, yang menurut rencana akan dibentuk dalam waktu dekat ini. a�?Kalau berbicara advokasi desa, Insya Allah mereka tidak akan mampu. Lihat saja,a�? sindiri Supardi.

Menanggapi hal itu, Ketua FKD Loteng Sahim merasa kecewa dan menyayangkan sikap kontra, yang dilakukan mantan Sekretaris FKD tersebut. Ia meminta, yang bersangkutan tidak menciptakan kekisruhan di internal FKD. a�?Karena, yang menyusun kepengurusan FKD ini bukan saya pribadi. Tapi, formatur,a�? katanya, terpisah.

Formatur itu, kata Sahim terdiri dari 12 unsur pengurus FKD di tingkat kecamatan. Mereka bersama-sama menggodok dan memusyawarahkan siapa saja, yang akan dimasukkan kedalam kepengurusan. Jika ada yang menolak, maka dilakukan peninjauan ulang. Begitu seterusnya, sampai ada kesepatan bersama.

a�?Tidak ada yang ditutup-tutupi,a�? tegasnya.

Kalau pun kemudian, ada beberapa kades yang tidak mengakui kepengurusannya saat ini. Lalu, akan membuat organisasi baru, maka pihaknya mempertanyakan sikap itu. a�?Apa artinya, saya dipilih saat Musda FKD,a�? sesalnya.

Dalam Musda yang digelar di Gedung PKK pada 17 Desember lalu, tambah Sahim peserta Musda melaksanakannya dengan demokratis. a�?Jadi, mari kita saling memahami, menghargai dan menghormati,a�? ujarnya.(dss/r2)

A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka