Ketik disini

Bima - Dompu

Warga Ikut Bergerak

Bagikan

KOTA BIMA – Pemerintah Kota Bima sejak awal bergerak untuk menyalurkan logistik pada korban banjir. Namun karena keterbatasan personel penyaluran bantuan itu belum maksimal. Apalagi banyak juga pegawai Pemerintah Kota Bima yang turut menjadi korban banjir.

Melihat kondisi tersebut, tidak sedikit warga kota yang tidak berdampak banjir inisiatif membantu menyalurkan logistik berupa makanan, air mineral, pakaian layak pake dan lain sebagainya.A� Seperti gerakan alumni SMAN 1 Kota Bima angkatan 2002 dan Pemuda BTN Muhajirin, Kelurahan Panggi. Sejak Minggu (25/12) lalu mereka membagikan makanan, minuman dan pakaian.

a�?Kita sama-sama bergerak membantu pemerintah menyalurkan logistik,a�? kata koordinator relawan Icak Saprianto Sembada pada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin(28/12).

Kata dia, bantuan logistik berupa nasi bungkus dimasak oleh tim dapur umum korban banjir di Kelurahan Rabadompu Timur. Logistik lain dibeli dari Mataram.

Anggaran pembagian logistik ini didapat dari sumbangan alumni SMAN 1 kota angkatan 2002. Alumni yang tersebar di seluruh Indonesia ini mengirim uang ke rekening yang telah disiapkan.

a�?Untuk menyebarkan informasi galang dana dilakukan melalui media sosial,a�? jelas ITE Hotel Qunci Villas Lombok ini.

Logistik disalurkan berdasarkan permintaan yang disampaikan warga melalui media sosial. Sehingg warga-warga yang belum mendapat bantuan bisa disentuh.

a�?Kami keluar masuk gang menggunakan sepeda motor,a�? katanya.

Diakuinya, bantuan yang diberikan memang tidak seberapa. Sebab uang yang tersedia terbatas.

Pemuda BTN Arahman Kahar mengaku mau terlibat dalam gerakan ini sebagai bentuk perhatian pada warga yang diterjang banjir. Dia juga tergerak membantu pemerintah untuk dalam menyalurkan logistik.

a�?Karena kami tidak kena banjir sehingga kami berinisiatif untuk ikut membantu,a�? tuturnya.

Mereka bergerak dari gang ke gang. Membawa nasi bungkus dan air mineral dengan tas. Ada juga sebagian yang mengantar kebutuhan logistik lain sesuai kebutuhan warga.

Bahkan saat di Kelurahan Tanjung, mereka sempat dibentak warga. Karena dianggap tidak adil dalam membagikan logistik. Kendati demikian, mereka tetap bergerak membantu pemerintah. (nk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka