Ketik disini

Bima - Dompu

Air Bersih Masih Terbatas

Bagikan

KOTA BIMA a�� Sepekan setelah banjir bandang yang melanda wilayah Kota Bima, Rabu (21/12) dan Jumat (23/12), ribuan korban banjir masih kesulitan air bersih. Untuk kebutuhan seharia��hari, korban banjir bahkan terpaksa memanfaatkan air selokan yang kotor dan keruh.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group) kemarin pagi, warga Kot Bima di Kelurahan Monggonao terlihat mencuci pakaian di selokan. Air bekas banjir yang kotor tersebut terpaksa mereka manfaatkan. Selain untuk mencuci pakaian air selokan juga digunakan untuk kebutuhan memasak.

Kondisi serupa juga terlihat di lingkungan Ranggo Kecamatan Asakota. Di hari kedelapan pasca banjir bandang, warga masih terlihat menggunakan air bekas banjir untuk mencuci pakaian, memasak dan kebutuhan lainnya.

Mariamah, 53 tahun, warga Kelurahan MonggonaoA� mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. Sehingga terpaksa menggunakan air di selokan bekas banjir.

Diakui Mariamah, air bekas banjir digunakan untuk mencuci pakaian dan perabot rumah tangga yang sempat terendam lumpur. Karena jika tidak segera dibersihkan, Mariamah khawatir baranga��barang tersebut akan rusak.

a�?Mau bagaimana lagi, hanya air ini yang ada. Daripada pakaian dan baranga��barang dibiarkan tetap kotor, lebih baik dicuci dengan air ini,a�? ujarnya.

Selain kekurangan air bersih, korban banjir juga mengeluhkan mulai terserang penyakit. Seperti gatala��gatal, diare, demam, batuk dan ISPA.

Mereka berharap, pemerintah segera mencarikan solusi atas persoalan tersebut. Agar kebutuhan air bersih untuk masyarakar terpenuhi. a�?Kami butuh air bersih. Kami khawatir diare dan gatala��gatal ini karena air yang kami konsumsi kotor,a�? tuturnya.

Terkait ini, Wali Kota Bima H Qurais H Abidin meminta masyarakat untuk bersabar. Penyaluran air bersih menurut Qurais terus dilakukan. Hanya saja jumlah armada yang bisa digunakan terbatas. a�?InsyaAllah penyaluran air bersih tetap kami lakukan. Hanya saja mungkin untuk kebutuhan pokok dulu seperti memasak,a�? katanya.

Diganggu DebuA�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�

Sementara itu, banjir yang melanda Kota Bima tak hanya menyisahkan sampah dan puing-puing reruntuhan. Daerah yang dijadikan sebagai kawasan kota tepian air itu kini mulai diselimuti debu.

Debu akibat lumpur yang mulai mengering pasca banjir bandang bermunculan di sejumlah ruas jalan. Seperti yang terpantau di Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Gajah Mada. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang melintas di jalan raya terganggu.

Untuk mengantisipasi gangguan pernapasan, warga mulai menggunakan masker. Namun, banyak warga saat berkendara tidak menggunakan kelengkapan penutup mulut. Masyarakat berharap adanya upaya dari Dinas Kesehatan membagikan masker kepada masyarakat pengguna jalan.

A�a�?Kami tidak nyaman di jalan, debu mulai beterbangan. Kami butuh masker dari pemerintah, karena debu ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan,a�? jelas Sulaiman, warga Kelurahan Santi, kemarin.

A�Agar material sisa banjir tidak bermuculan, mereka berharap ada penyiraman rutin. Jika tidak aktivitas sehari-hari terganggu. a�?Kalau tidak disiram debu ini bisa menggangu kesehatan warga,a�? ujarnya.

Keluhan lain muncul dari Isnail, warga Kelurahan Tanjung. Ia mengaku tidak hanya debu, aroma tidak sedap juga muncul dari tumpukan sampah yang sudah membusuk di sepanjang jalan.

a�?Saat berkendaraan, kita harus tutup hidung rapat-rapat akibat bau busuk yang menyengat,a�? tutur Isnail.

Korban terdampak bencana ini meminta pemerintah secepatnya mengantisipasi hal tersebut. Misalnya dengan melakukan penyiraman dan pembersihan sisa lumpur yang ada di jalan.

A�a�?Kalau tidak siram dan dibersihkan, debu dan lumpur ini bakal mengganggu kesehatan masyarakat. Apalagi sekarang setelah banjir sudah banyak warga yang sakit,a�? katanya. A�(yet/r4/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka