Ketik disini

Metropolis

Ini Pejabat yang Dimutasi!

Bagikan

MATARAM – Hari ini, jika tidak ada aral melitang Pemerintah Kota Mataram akan menggelar mutasi. Selain kebutuhan untuk menyegarkan mesin birokrasi, mutasi ini juga mutlak dilakukan, untuk melakukan perubahan besar-besaran pada Organisasi Perangat Daerah (OPD). Ini mengacu pada produk hukum Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah.

Lombok Post, kemudian mengumulkan data, mencari informasi, siapa pejabat yang terkena mutasi. Dan, dengan mengolah berbagai sumber informasi baik yang disampaikan kepala daerah, dekda dan informasi internal pemkot, ada beberapa a�?ledakana�? besar yang kemungkinan terjadi di mutasi hari ini.

Pertama, dengan bergesernya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram H Ridwan. Tentang pejabat satu ini, memang tak terpantau selama ini.

Jika informasi ini benar, maka ini kejutan luar biasa. Sebab seperti diketahui, prestasi Ridwan dalam a�?membesarkana�� dukcapil tidak bisa dipandang sebelah mata. Ada kemungkinan bergesernya Ridwan karena kaitannya dengan loyalitas yang selalu didengung-dengungkan kepala daerah. Dengan kata lain, kinerja belum sesuai harapan kepala daerah.

Ledakan kedua, kaitannya dengan prediksi selama ini yang dipaparkan Lombok Post. Meski ada bebrapa yang berbeda, namun pada umumnya penunjukan pejabat untuk menyusun Rencana Kerja SKPD Tahun Anggaran 2017, akan menduduki jabatan yang ada.

Ledakan yang ketiga, kaitannya dengan munculnya tujuh nama pejabat eselon III yang akan mendapat promosi ke eselon II. Hanya saja, karena mereka harus melalui mekanisme pansel, jadi harus mengikuti prosedur seleksi yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Januari 2017.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, meminta semua pihak membuka diri dan bisa menerima apa pun hasil keputusan mutasi hari ini. Pada prinsipnya, mutasi ini diharapkan, menjadi semangat baru untuk melaksanakan tugas-tugas baru sesuai OPD yang diamanatkan melalui PP 18 tahun 2016.

a�?Karena Januari ini kita harus mulai start, dengan semua misi dan program Kota Mataram,a�? kata Ahyar.

Ahyar menaruh harapan besar, dengan tersusunya birokrasi yang baru. Mereka yang terpilih diharapkan bisa bekerja secara maksimal. Mengejar target yang telah diberikan kepala daerah.

“(Soal ada delapan posisi kosong) yang jelas semua kita isi. Hanya ada dua tahap. Nanti ada yang melalui mekanisme promisi di eselon II (sehingga diperlukan proses pansel),a�? terangnya.

Saat melakukan wawancara kemarin, Ahyar mengatakan belum menanda tangani SK Pejabat baru. Ia mengatakan pejabat yang sudah masuk namanya dalam daftar, selalu ada peluang untuk berubah. Bahkan hingga injury time, jelang pembacaan dan pelantikan pejabat.

a�?Selama saya belum tanda tangan pasti ada kemungkinan berubah. Saya (juga) sukanya begitu,a�? bebernya.

Dinamika pemilihan nama pejabat sejauh ini belum ada persoalan berarti. Baik menyangkut menempatkan nama orang perorang pada posisi tertentu. Hanya saja, ia membenarkan ada beberapa orang yang memang coba memberikan masukan dan mempengaruhi pilihannya dengan mengemis padanya.

a�?Tapi kalau ada minta-minta jabatan, kemudian kapasitasnya tidak mumpuni, ya saya tolak,a�? ujarnya.

Peluang melakukan demosi juga terbuka lebar. Seperti yang pernah ia sampaikan dalam beberapa kali sesi wawancara awak media. Sampai kemarin, Ahyar memberi sinyal adanya pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Daerah yang sebenarnya bentuk a�?kursi jabatana�� lain bagi mereka yang dinonjobkan.

a�?Iya makanya nanti kita lihat (adanya tim itu), kami perlu melakukan kajian lagi,a�? tandasnya.

Terpisah, Sekda Kota Mataram Effendi Eko Saswito juga menyampaikan harapan yang sama. Agar semua pejabat bisa menerima apa pun keputusan kepala daerah. Pada prinsipnya, lanjut dia, Pemerintah menginginkan perubahan yang besar dalam mesin birokrasi. Sehingga dapat memberi pelayanan yang efektif dan efisien pada masyarakat. a�?Semoga kita bekerja lebih baik lagi,a�? harapnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka