Ketik disini

Selong

Jangan Manfaatkan Warga Miskin!

Bagikan

SELONG – Parsel untuk masyarakat miskin Lombok Timur (Lotim) sudah mulai di salurkan oleh pihak kecamatan kepada warga. Sayangnya, dalam penyaluran ini diduga diwarnai aksi pungutan liar (Pungli). Warga yang menerima bantuan dikabarkan diminta mengeluarkan sejumlah uang oleh oknum Kades hingga Kadus.

a�?Kalau kami di sini tidak ada mas. Malah saya yang mengeluarkan uang pribadi Rp 40 ribu untuk transportasi dari Kecamatan ke tempat penyaluran di Dusun,a�? aku Kepala Dusun Tanah Gadang Desa Rumbuk, Suciandi.

a�?Karena Desa kami dimintai biaya Rp 200 ribu dari Kecamatan untuk transportasi. Di Desa ini ada lima dusun makanya itu kami bagi jadi sama-sama Rp 40 ribu. Nggak tau kalau yang di Desa lain,a�? sambungnya.

Diungkapkannya, sebenarnya ia bisa saja membebankan biaya transportasi kepada warga penerima bantuan. Misalnya dengan meminta warga mengeluarkan masing-masing Rp 1.000 untuk transportasi. Mengingat jumlah penerima yang ada di Dusun Tanah Gadang diungkapkannya sebanyak 64 orang.

a�?Tapi masak Rp 1.000 aja diminta sama warga miskin. Makanya nggak apa-apa saya tanggulangi,a�? ungkapnya.

Terakit adanya informasi adanya oknum Kades dan Kadus yang memintai warga penerima bantuan sejumlah uang di wilayah Kecamatan Sakra, Suciandi mengaku tidak tahu informasi tersebut. a�?Nggak tahu saya mas, mungkin di Desa lain,a�? cetusnya.

Terpisah, Plt Kabag Kesra H Nuso Pranoto menegaskan bahwa dalam penyaluran parsel ini tidak boleh ada pungutan oleh oknum Camat, Kades maupun Kadus. semua bantuan ini murni gratis bagi masyarakat miskin. a�?Bahkan untuk transportasinya itu sudah ada anggarannya di Kecamatan. Jadi tidak boleh lagi ada Pungli pada warga. Itu bisa dilaporkan kepada tim Saber Pungli,a�? kata dia kepada Lombok Post.

H Sudirman, Kepala Bakesbangpoldagri yang juga menjadi bagian dari tim Saber Pungli Lotim mengaku belum menerima informasi terkait adanya Pungli tersebut. Namun demikian, ia mengaku timnya siap menindaklanjuti informasi tersebut a�?Kades mana itu dan pungutannya apa. Kalau memang itu benar nanti akan kami tindak lanjuti,a�? katanya.

Keberadaan tim Saber Pungli dari sejumlah instansi terkait dikatakan siap memberantas kebiasaan Pungli yang terjadi di Lotim. Tim saber Pungli berasal dari kepolisian, kejaksaan, inspektorat dan Bakesbangpoldagri. (ton/r2)A�A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka