Ketik disini

Metropolis

NTT Dulu, NTB Belakangan

Bagikan

KUPANG A�a�� Kapal Pembangkit Listrik Karadeniz atau Karadeniz Powership GA�khan Bey Marine Vessel Power Plant (MVPP) ke Lombok ditunda. Prioritas PLN kini rupanya untuk Nusa Tenggara Timur (NTT) terlebih dahulu. Sementara di Lombok dijadwalkan akan sampai Februari 2017 seiring habisnya kontrak PLTD sewa PLN yang akan habis pada Maret 2017.

Di NTT, Karpowership yang baru didatangkan dari Turki telah diresmikan Presiden Joko Widodo bersama Duta Besar Turki untuk Indonesia Mehmet Kadri Sander Gurbuz, 28 Desember 2016. Kapal pembangkit tersebut sandar di dermaga PLTU Bolok, Kupang Barat, Kabupaten Kupang, sejak Jumat (16/12).

Kapal berdaya 125 MW ini akan memasok listrik ke sistem interkoneksi kelistrikan di kawasan NTT melalui sistem Bolok. Kehadiran kapal pembangkit listrik ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pasokan listrik di wilayah NTT.

“Keberadaan MVPP Bolok 60 MW penting sebagai jembatan atau solusi antara untuk memenuhi kebutuhan sistem Timor, secara pararel PLN juga tengah membangun sejumlah pembangkit seperti PLTU Timor 2 x 50 MW dan PLTMG 2 x 20 MW yang ditargetkan akan masuk sistem pada akhir 2018,” kata Direktur Utama PLN Sofyan Basir yang ikut dalam rombongan tersebut.

GA�khan Bey kata dia, adalah Kapal Pembangkit kedua yang beroperasi di Indonesia setelah Zeynep Sultan yang telah beroperasi di wilayah Amurang, Sulawesi Utara. Setelah GA�khan Bey, menurut recana ada tiga Kapal Pembangkit lain yang akan dikirim ke Belawan (Sumatera Utara), Lombok (Nusa Tenggara Barat), dan Ambon (Maluku), dengan kapasitas tenaga listrik sesuai kontrak masing-masing 240 MW, 60 MW, 60 MW. a�?Lombok dijadwalkan Februari 2017,a�? kata dia.

GA�khan Bey, sama seperti Zeynep Sultan, mampu memberikan daya listrik yang lebih murah karena mesinnya lebih efisien dan dapat beroperasi dengan HFO (Heavy Fuel Oil), yang jauh lebih murah daripada HSD (High Speed Diesel). Kapal ini juga bersifat fleksibel dalam hal bahan bakar karena dapat beroperasi dengan keduanya, baik LNG dan HFO. Fleksibilitas ini akan membantu PLN guna mengoptimalkan pembauran energi. Setidaknya, pengoperasian kapal ini mampu menjadikan keuangan PLN hemat Rp 70 miliar setahun.

Namun, hal yang paling penting kata dia, adalah bahwa kapal MVPP tidak perlu pasokan listrik eksternal (black start), sehingga teknologi ini sangat cocok digunakan untuk memasok listrik ke pulau-pulau yang beban listriknya berfluktuasi.

Kapal pembangkit listrik GA�khan Bey menggunakan teknologi mutakhir, mampu memberikan efisiensi tertinggi dan memenuhi standar desain internasional. GA�khan Bey akan dioperasikan oleh PT Kar Powership Indonesia, anak perusahaan Karpower Internasional di Turki. Sementara itu, PT Kar Powership, bersama mitra-mitra bisnis dan pemasok di Indonesia, berkomitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia, dan akan meningkatkan peran serta kemampuan masyarakat lokal.

Baru-baru ini, PT Kar Powership, pemilik dan operator Karadeniz Powership Zeynep Sultan 125 MW yang terletak di Amurang, Sulawesi Utara dan Karadeniz Powership GA�khan Bey 125 KW yang terletak di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan PT PAL Indonesia telah menandatangani MoU untuk memperluas operasi PT Kar Powership di Indonesia, di luar Kapal Pembangkit yang sudah ada.

PT PAL Indonesia akan berkontribusi pada pembangunan armada Kapal Pembangkit terbesar di dunia. Dengan eksklusivitas ini, PT PAL Indonesia akan mendapat transfer teknologi dalam bidang desain, pengadaan alat, konstruksi, transportasi, instalasi, pengawasan/pengujian dan pemeliharaan Kapal Pembangkit dengan total sebesar 5,000 MW selama 7 tahun ke depan. Semua ini telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam mendukung rencana pengadaan energi induk sebesar 35.000 MW.

Sementara PT Kar Powership Indonesia adalah anak perusahaan dari Karpowership, pemilik tunggal, operator dan pembangun armada Kapal Pembangkit (pembangkit listrik terapung) yang pertama di dunia. Sejak 2010, sebanyak tiga belas Kapal Pembangkit telah selesai dibuat dengan total kapasitas yang terpasang melebihi 2,700 MW. Kapal Pembangkit tambahan kapasitas 5,000 MW sedang dalam proses pembuatan ataupun sedang dalam proses menunggu.

Kapal Pembangkit telah memasok 15 persen untuk Irak Selatan, 27 persen wilayah Lebanon, 22 persen wilayah Ghana, 16 persen untuk Zambia, 31 persen wilayah Sulawesi Utara, Indonesia dan kelak untuk wilayah NTT, jaringan total listrik di Indonesia dengan tiga Kapal Pembangkit yang dijadwalkan untuk disebarkan di seluruh kepulauan Indonesia pada kuartal pertama tahun 2017. (cel/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka