Ketik disini

Sumbawa

Proyek RSUD Molor

Bagikan

SUMBAWA – Pembangunan gedung ruang kelas III RSUD Sumbawa yang mulai dikerjakan pada akhir Agustus lalu akhirnya molor.A� Proyek dengan anggaran sekitar Rp 5,9 miliar itu kontraknya seharusnya berakhir pada 27 Desember kemarin (29/12).

Direktur RSUD Sumbawa dr Selvi mengatakan, karena masa kontrak berakhir dan pekerjaan baru mencapai sekitar 80,99 persen, sesuai dengan peraturan yang ada, pelaksana diberikan perpanjangan waktu hingga 50 hari kalender. Perpanjangan tersebut katanya terhitung sejak 28 Desember.

Akibat pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu, pemerintah memberlakukan denda terhadap kontraktor pelaksana proyek tersebut. Perhitungnnya yakni seperseribu dari nilai kontrak yang dihitung setiap harinya sejak masa perpanjangan mulai berlaku hingga pengerjaannya rampung 100 persen.

“Itu sudah aturannya. Ada denda yang diberlakukan,” tegas Selvi.

Namun di sisi lain, secara tidak langsung molornya penyelesaian proyek tersebut merugikan pihak rumah sakit, Selvi tidak sepenuhnya menyalahkan pelaksana proyek. Pasalnya alasan molornya pekerjaan tersebut dianggap cukup rasional. Selain karena masalah cuaca, juga karena terbatasnya lokasi. Baik dalam pembongkaran bangunan sebelumnya hingga tempat menumpuk material yang akan digunakan. Terlebih posisi proyek tersebut berada di jantung kota.

“Kami sudah konfirmasi kenapa bisa telat. Memang karena lokasi sangat sempit. Jadi untuk membongkar bangunan yang ada sebelumnya bahkan molor hingga 10 hari karena tidak bisa sekaligus. Begitu juga untuk material yang akan digunakan. Jadi material baru bisa didatangkan pada hari akan digunakan. Kalau ditumpuk memang maka tidak ada tempat,” katanya.

Bagimana dengan kualitas proyek karena pengerjaan yang terkesan tergesa-gesa ?

“Kalau kualitas proyek terutama konstruksi bangunan kami yakini sangat baik. Bahkan untuk lantai enam kami lihat mampu menopang,” katanya. (aen/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka