Ketik disini

Headline Praya

Dari Dualisme KNPI Hingga Serangan Puting Beliung

Bagikan

Tahun pertama 2016 segera berakhir. Selama itu banyak hal yang telah datang dan pergiA� di Gumi A�Gumi Tatas Tuhu Trasna. Lombok Post mencoba merangkum sejumlah peristiwa penting yang terrekam dalam memori publik yang terjadi sepanjang tahun ini.

***

17 Februari :A� HM Suhaili FT dan Lalu Pathul Bahri dilantik sebagai bupati dan wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng). Bagi Suhaili ini adalah periode keduanya memimpin Loteng setelah lima tahun sebelumnya memimpin bersama H Normal Suzana.

19 FebruariA� : Penjabat Bupati Ibnu Salim menyerahterimakan jabatannya kepada Bupati HM Suhaili FT. Selama menjabat dua bulan 10 hari di Loteng, Ibnu Salim meletakkan dasar prinsip responsif, progresif dan sensitifitas yang wajib dilaksanakan para abdi negara, baik fisik maupun non fisik.

28-29 Februari : Pelaksanaan Festival Bau Nyale di Pantai Seger Desa Kuta, Pujut. Tradisi yang dilaksanakan pada tanggal 20, bulan 10 penanggalan Sasak itu rutin digelar setiap tahunnya. Dengan harapan, menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dan mengingatkan kembali warga pada Legenda Putri Mandalika.

1 Maret : KNPI di Loteng terpecah. Pengurus versi Lalu M Izzi menduduki sekretariat KNPI di eks kantor Camat Praya, yang sebelumnya digunakan kubu Samsul Qomar. Hingga kini, dualisme tetap terjadi dan belum ada kata damai.

13 Maret : Sejumlah lahan pertanian diserang hama wereng coklat. Beberapa diantaranya mengalami gagal panen atau puso. Dari total luas tanam pertanian mencapai 51.646,88 hektare (ha). 402,65 ha diantaranya puso, petani pun merugi.

11 April:A� Pengurus Forum Kepala Desa (FKD) Loteng menggelar dengar pendapat dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. Para pemimpin akar rumput itu meminta, jaksa jangan asal usut laporan yang datang dari kalangan LSM, musuh politik atau kelompok masyarakat tertentu.

27 April : 127 Kepala Desa (kades) di Loteng, dikumpulkan untuk mengikuti sosialisasi Tim Pengawal Dan Pengaman Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D). Tujuannya, untuk menekan jumlah para kades yang masuk penjara. Sayangnya, sampai sekarang tidak ada satu pun dari mereka yang menerapkan.

31 Mei : Pemkab Loteng berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI. Ini merupakan WTP kali keempat kalinya bagi Loteng.

5 Agustus : Pelaksanaan parayalang dunia, di perbukitan Areguling Desa Tumpak, Pujut. DihadiriA� perwakilan15 negara. Agenda semacam itu menurut rencana akan digelar setiap tahunnya, bahkan lebih besar lagi.

9 September : HM Nursiah diangkat sebagai Sekda Loteng. Mantan Asisten III Setda Loteng tersebut diminta untuk menjadi pelayan dan abdi masyarakat, bukan sebaliknya mintaA� dilayani.

22 September :A� Loteng menggelar Pilkades serentak di 15 desa. Dalam perjalanannya, ada beberapa desa yang mengalami gejolak sosial, karena carut marutnya persiapan Pilkades. Dua desa diantaranya, terpaksa diundur pelaksanaan Pilkades yaitu, Desa Puyung dan Desa Ranggagata.

11 Oktober : 15 Kepala Desa (Kades) terpilih di Loteng dilantik. oleh Bupati HM Suhaili FT di masjid Agung, Praya.

6 November : Mayat tenaga kerja Indonesia (TKI) di beberapa desa asal Loteng, yang tenggelam di laut Batam, tiba di rumah duka masing-masing.

3 Desember : Musibah tanah longsor terjadiA� di Dusun Pondok Gedang Desa Aik Berik, Batukliang Utara (BKU).A� Hal ini membuat 10 rumah warga, satu unit musala dan sekolah dasar (SD) direlokasi ke tempat yang lebih aman. Sayangnya, tidak semua warga menerima kebijakan Pemkab tersebut.

20 DesemberA� : Stok pupuk di Loteng mulai berkurang, hingga sekarang. Kelangkaan pupuk itu pun, membuat pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab mengedarkan pupuk palsu. Salah satunya, ditemukan karung pupuk yang bergambar mirip palu arit.

22 Desember : Dua dusun di Desa Kabul, Praya Barat Daya dilanda musibah angin puting beliung. Sedikitnya, ada 59 rumah warga dan kandang ternak yang mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan. Hingga kini, Pemkab masih melakukan penanganan.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka