Ketik disini

Metropolis

Jangan Nekat Ya!

Bagikan

MATARAM – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kembali menutup pendakian Gunung Rinjani selama tiga bulan ke depan. Hal ini akan berlaku per 1 Januari hingga 31 Maret 2016. Selama penutupan ini, para pendaki diharapkan tidak nekat naik gunung. “Selama itu pendakian kita tutup untuk umum,a�? kata Kepala TNGR Agus Budi Santoso dalam keterangan pers di Kantor Dinas Kehutanan NTB, kemarin (30/12).

Agus menjelaskan, alasan TNGR menutup pendakian adalah untuk pemeliharaan ekosistem yang ada di dalam kawasan taman nasional. Selain itu, untuk mengantisipasi cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi saat ini. Hujan lebat disertaiA� angin kencang sangat berpotensi terjadi di awal tahun 2017. Bahkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) saat ini masih menetapkan status Gunung Rinjani di level II waspada. Dalam hal ini, TNGR tidak bisa mengubah status tersebut.

Sebelum memutuskan menutup, TNGR juga sudah pasti meminta pertimbangan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Artinya, penutupan ini dilakukan demi keselamatan para pendaki. Untuk itu, selama pendakian pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat agar tidak ada pendaki yang coba naik secara ilegal.

Agus menyadari, pengawasan selama penutupan butuh kerja ekstra. Sebab saat ini ada 36 jalur tikus yang bisa dilalui pendaki. Pengawasan di dua pintu pendakian akan diperketat selama 24 jam yakni Pelawangan dan Senaru. a�?Kalau kemarin tidak 24 jam ke depan kita jaga full,a�? ujarnya.

Sementara terkait sampah, Agus menyebutkan volume sampah di Rinjani per Desember sebanyak 10.072,8 kilogram. Sampah ini adalah yang berhasil diangkut melalui jalur Senaru dan Pelawangan. Ke depan, untuk menangani masalah sampah TNGR akan menerapkan kebijakan deposit sampah. Di mana setiap sampah yang dibuang ke lokasi tersebut akan dikenakan biaya, setiap pendaki akan diperiksa saat masuk dan keluar. Hanya saja, besaran biaya deposit sampah belum ditentukan. a�?Usulan sudah banyak, tapi belum diputuskan. Kisarannya dari lima ribu hingga satu juta,a�? katanya.

Selain itu, ke depan TNGR juga akan menerapkan sistem booking online bagi para pendaki yang ingin naik ke Gunung Rinjani. Dengan cara ini, setiap pendaki yang ingin mendaftar dari jauh hari bisa via jalur online. Untuk itu, pihaknya sudah bekerjasama dengan BRI dan BNI. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pendataan dan pengaturan kota pendaki. Jika terlalu penuh tentu tidak akan baik, pendaki tidak akan nyaman dan potensi sampah akan lebih banyak.

Ia menyebutkan, estimasi pendaki per hari ke Rinjani sebanyak 100 hingga 2.000 orang. Sebab sebelumnya TNGR pernah memecahkan rekor pendaki sebanyak 1.200 orang per hari, normalnya hanya 60-80 orang per hari. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka