Ketik disini

Tanjung

Pemkab Terus Manjakan Wisatawan

Bagikan

SEKTORA� pariwisata tidak bisa dilewatkan untuk masuk dalam catatan akhir tahun Lombok Utara. Karena sebagian besar pendapatan asli daerah (KLU) bersumber dari sektor pariwisata. Berbagai upaya dilakukan Pemkab Lombok Utara untuk meningkatkan jumlah dan lama tinggal wisatawan. Salah satunya dengan menggelar berbagai macam event pariwisata.

Salah satunya adalah Festival Pesona Gili Indah yang diadakan awal November 2016 lalu. Kegiatan tahunan ini merupakan transformasi dari Gili Menggawe. Untuk 2016 penyelenggarannya dibantu Pemprov NTB dan dipusatkan di tiga gili (Meno, Air, dan Trawangan).

Pembukaan kegiatan Festival Pesona Gili Indah dihadiri sejumlah pejabat seperti Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Sekda Lombok Utara H. Suardi, Kepala Disbudpar NTB Lalu Moh. Faozal, Kadis Pariwisata Lombok Utara Muhadi, dan sejumlah kepada SKPD lainnya.

Rangkaian kegiatan Pesona Gili Indah dimulai dengan beberapa perlombaan olahraga. Selain itu juga digelar beberapa kegiatan budaya dan pelestarian lingkungan. Salah satu kegiatan diisi dengan melepaskan tukik sebagai salah satu bentuk pelestarian lingkungan. Kemudian ada clean beach serentak di tiga gili serta penanaman bibit pohon. Untuk di Gili Meno ada 400 bibit pohon yang ditanam. Di Gili Trawangan dan Gili Air masing-masing ditanami 300 bibit pohon flamboyan. Selain melibatkan masyarakat, kegiatan ini juga diikuti oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar berharap dengan event ini, lama tinggal wisatawanA� (length of stay) jadi meningkat. Sehingga wisatawan tidak hanya datang sehari terus pulang kemudian kembali ke daerah asal.

Menurut Najmul, saat ini masih banyak wisatawan yang hanya sekadar datang sehari kemudian pulang kembali ke tempat asalnya karena tidak ada hiburan alternatif saat mengunjungi tiga gili. Dengan begitu pemasukan bagi daerah juga tidak maksimal.

Sehingga kegiatan-kegiatan seperti ini diperlukan agar wisatawan lokal maupun mancanegara betah berada di tiga gili. Untuk itu pemkab pun berniat membangun open stage di Gili Trawangan.

Event lainnya adalah Mandi Safar. Setiap bulan safar setiap tahunnya, Pemerintah Desa Gili Indah bersama masyarakat rutin melakukan kegiatan mandi safar (Rabu Bontong). Kegiatan tahunan ini dilakukan secara bergiliran di tiga gili (Trawangan, Air, dan Meno).

Untuk tahun 2016, giliran Gili Air yang menjadi pusat kegiatan mandi safar yang digelar pada 30 November lalu. Mandi safar ini dilakukan paling lambat minggu terakhir pada bulan Safar khususnya pada hari Rabu, sehingga disebut Rabu Bontong atau Rabu terakhir.

Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin yang menghadiri kegiatan mandi safar tersebut mengungkapkan pemkab akan mendukung penuh program dari desa dengan tujuan meningkatkan kunjungan wisatawan. Bahkan saat ini sektor pariwisata menjadi penunjang PAD dan memiliki kontribusi cukup signifikan baik dalam skala kabupaten maupun provinsi. Khusus di Lombok Utara, sektor pariwisata menyumbangkan PAD sekitar 70 persen. Untuk itu event mandi safar ini akan ditetapkan menjadi core event, bukan saja sebagai major event.

Di penghujung tahun, Lombok Utara menggelar event maulid adat. Event ini merupakan event tahunan yang digelar pada saat bulan maulid tiba. Tradisi maulid adat yang banyak menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan adalah maulid adat yang digelar di Desa Sesait, Desa Bayan, dan Desa Gumantar.

Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin yang menghadiri maulid adat Wet Sesait mengatakan, perayaan maulid adat adalah salah satu tradisi budaya yang harus dilestarikan. Sehingga kalau adat dan agama bersinergi dalam kehidupan sehari-hari dari setiap manusia, maka inilah yang dikatakan adat luwir gama. a�?Agama dan adat tidak bisa dipisahkan, harus sejalan dan saling beriringan,a�? ujarnya.

Sarifudin berharap prosesi maulid adat ini diharapkan dapat memberikan transformasi nilai-nilai agama agar dapat diimplementasikan alam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang dilakukan secara turun-temurun ini penuh dengan nilai gotong royong dan pesan-pesan spiritual.

Menurut Sarifudin tidak tepat melakukan pemisahan antara agama dengan adat. Adat selalu selaras dengan ajaran agama. Semua mengajarkan kebaikan dan saling mendukung satu sama lain. Sehingga ketika ada penyimpangan dalam praktiknya itu karena kurangnya informasi yang diterima masyarakat.

Ke depan, kegiatan maulid adat seperti yang digelar di Sesait bisa menanamkan rasa tanggung jawab untuk mempertahankan tradisi. Namun jangan sampai semangat pelaksanaan kegiatan adat itu dilupakan. Maulid adat merupakan salah satu bentuk penghormatan masyarakat pada Nabi Muhammad SAW.

Dengan beragam event itu, dari data yang dimiliki Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Utara hingga pertengahan Desember, angka kunjungan ke KLU sebanyak 651.606 orang. Data ini berdasarkan tamu menginap di sejumlah hotel yang ada di Lombok Utara.

Kunjungan wisatawan lebih banyak terjadi di Januari dengan angka 70.360. Terdiri dari 7.238 wisatawan nusantara (wisnu) dan 63.122 wisatawan mancanegara (wisman). Pada Februari kunjungan wisatawan menurun menjadi 61.795 orang! terdiri dari 8.492 wisnu dan 53.303 wisman. Di bulan Maret kunjungan meningkat sedikit menjadi 68.851 orang, dengan rincian 11.965 wisnu dan 56.886 wisman.

Sedangkan di bulan April kembali menurun menjadi 56.936 orang, terdiri dari 8.473 wisnu dan 48.463 wisman. Pada bulan Mei meningkat tipis menjadi 59.128 orang, terdiri dari 9.250 wisnu dan 49.878 wisman. Untuk bulan Juni terjadi peningkatan signifikan menjadi 68.196 orang, terdiri dari 11.658 wisnu dan 56.538 wisman.

Di bulan Juli menurun menjadi 67.586 orang, terdiri dari 12.237 wisnu dan 55.349 wisman. Pada bulan Agustus kembali menurun menjadi 59.861 orang, terdiri dari 8.200 wisnu dan 51.661 wisman. Tren menurun kembali terjadi di bulan September yakni 38.481 orang terdiri dari 4.232 wisnu dan 34.249 wisman.

Memasuki bulan Oktober kunjungan wisatawan mengalami peningkatan menjadi 43.420 orang, terdiri dari 5.037 wisnu dan 38.383 wisman. Di penghujung tahun angka kunjungan wisatawan justru menurun yakni pada November mencapai 27.695 orang, terdiri dari 2.827 wisnu dan 24.868 wisman. Di pertengahan Desember kunjungan wisatawan baru mencapai 29.296 orang terdiri dari 3.214 wisnu dan 26.082 wisman.

Selain memanjakan wisatawan melalui event, Pemkab Lombok Utara juga menata sejumlah destinasi wisata pada tahun 2017. Ini dilakukan untuk meningkatkan kenyaman wisatawan dengan menambah maupun memperbaiki fasilitas dan sarana prasarana di objek wisata. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka