Ketik disini

Metropolis

Proyek Molor Kena Denda

Bagikan

MATARAM a�� Hingga akhir tahun, sejumlah proyek Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram belum menunjukan tanda-tanda akan selesai dikerjakan. Bahkan dari pantauan lapangan sejumlah pekerja nampak masih sibuk mengerjakan proyek.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram H Usman Hadi membenarkan proyek-proyek milik Dikes melewati batas waktu yang telah disepakati. Dari tujuh proyek rehabilitasi puskesmas, hanya tiga di antaranya yang telah dinyatakan profesional hand over (PHO) atau serah terima pekerjaan.

a�?Yang PHO pada tanggal 27 Desember yakni Puskesmas Karang Taliwang, Cakranegara dan Babakan,a�? kata Usman.

Sementara, sisa proyek puskesmas lainnya, sudah meminta perpanjangan waktu pengerjaan. Di antaranya, Puskesmas Tanjung Karang, Ampenan dan Dasan Agung. Pihak pelaksana, sudah menyatakan dirinya meminta tambahan waktu lagi untukengerjakan proyek.

a�?Sesuai aturan, tambahan waktu yang diberikan 50 hari kalender, tapi itu ada dendanya,a�? sambung dia.

Mekanisme denda sudah sesuai dengan aturan dan perjanjian. Pihak pelaksana diberikan waktu selambat-lambatnya menuntaskan pekerjaan sampai batas waktu yang telah diberikan. Jaminan juga diberlakukan. Pihak pelaksana harus memasukan sisa nilai kontrak dari progres pengerjaan proyek.

a�?Kemarin dari hasil rapat sudah disetujui penambahan waktu ini,a�? ujarnya.

Sementara itu, dua puskesmas lainnya yakni Puskesmas Pagesangan dan Tanjung Karang berakhir masa kontraknya tanggal 30 Desember kemarin. Selanjutnya kedua kontraktor yang mengerjakan puskesmas akan diberi peringatan lewatnya batas waktu yang telah ditentukan. Selanjutnya sesuai perjanjian mereka akan dimintai penjelasan dan menerima konsekwensi denda atas keterlambatan pengerjaan.

a�?Karang Taliwang dan Pagesangan berakhirnya tanggal 30 Desember,a�? jelas Usman.

Ketegasan pemkot untuk mendenda pelaksana sebagai peringatan bagi kontraktor lain. Agar di awal mereka bisa komitmen menuntaskan berbagai pekerjaan yang telah disepakati. Usman menyayangkan tidak terbukanya para kontraktor sehingga membuat pekerjaan mereka molor.

a�?Padahal dari awal kami sudah himbau kalau misalnya karena kurang pekerja ya harusnya ditambah,a�? ujarnya.

Tetapi rupanya permintaan itu lambat direspon. Baru terlihat ada penambahan pekerja justru di limit waktu terakhir. Pihaknya hanya bisa mentolelir dengan memberi tambahan waktu bagi pelaksana. Seiring itu mekanisme denda dan jaminan di bank juga harus dipatuhi pelaksana.

a�?Ya itu kan sudah sesuai dibahas dalam perjanjian dan aturan kontrak kerja sama,a�? tandasnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Mataram Wartan menyayangkan adanya proyek yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Karenanya sikap tegas diputuskan pemkot. Pelaksana harus mematuhi aturan jika ada pengerjaan yang molor dari waktu yang telah ditentukan.

a�?Ya tegas. Pokoknya sesuai aturan,a�? kata Wartan.

Toleransi yang diberikan harus sesuai mekanisme yang ada. Yakni dengan memberikan kesempatan pada kontraktor menuntaskan pekerjaan, melalui mekanisme penambahan waktu. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka