Ketik disini

Selong

Pulang Sekolah, Bolak Balik Amati Burung di Sawah

Bagikan

SMAN 1 Selong memiliki unit ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Disinilah para siswa mengasah kemampuan dan merealisasikan rasa ingin tahu mereka menjadi sebuah karya yang bermanfaat.

***

Automatic Bird Reppelent (A-Bire) hanya satu dari sekian banyak hasil penemuan para siswa SMAN 1 Selong. Beberapa siswa yang tergabung dalam organisasi ekstrakurikuler (ekskul) KIR SMAN 1 Selong setiap tahun berhasil mencipatakan A�temuan-temuan baru yang mampu diaplikasikan di masyarakat. Misalnya saja alat pengubah biji nangka menjadi susu, alat pengusir tikus hingga alat pembersih helm otomatis.

Semua itu bisa diciptakan para siswa ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kerja keras dan kemauan besar untuk menghasilkan sesuatu yang bisa berguna bagi orang lain. Misalnya seperti alat A-Bire yang berhasil dibuat oleh Nurkholisa Putri Wulandari dan Nanda Regina Nuki. Untuk membuat alat pengusir burung ini, dua siswa ini telah menyisihkan waktu, tenaga bahkan biaya yang tak sedikit.

a�?Itu kami harus bolak-balik ke beberapa lokasi sawah untuk observasi. Perencanaannya Bulan Maret alatnya bisa jadi sekitar Bulan Oktober,a�? ungkap Nurkholisa dan Regina kompak kepada Lombok Post.

Setiap pulang sekolah, kedua pelajar kelas XII ini tak bisa santai seperti kebanyakan pelajar pada umumnya. Selama beberapa bulan mereka disibukkan oleh aktivitasnya mempersiapkan alat yang dihajatkan bisa membantu para petani ini. Mulai dari penyusunan proposal penelitian, hingga proses perencanaan pembuatan alat ini mereka lakukan disela-sela kesibukan belajar maupun menyelesaikan tugas sekolah.

a�?Ini acara tingkat nasional dari Kementrian Pendidikan. Jadi kami ngajuin proposal penelitiannya ke pusat. Kalau sudah disetujui pusat, baru kita bisa terlibat dalam kegiatan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (Opsi) ini. Karena nanti penelitiannya juga didanai,a�? aku mereka.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya kedua pelajar ini pun berhasil membuat A-Bire. Dengan bantuan guru pembina dan juga narasumber yang memang didatangkan oleh pihak sekolah.

A�a�?Kami sudah mendesain alat listrik menggunakan tenaga aki sebagai penggerak dan kontrolnya. Sehingga ia bekerja mengusir burung selama dua menit dan berhenti selama satu menit. Itu berlangsung terus menerus dan tidak menghabiskan biaya yang terlalu banyak,a�? ungkap Regina, pelajar SMAN 1 Selong asal Desa Bung Tiang.

Alat ini diungkapkan bisa bekerja dari pagi hingga sore dengan memakan tenaga aki yang tidak terlalu besar. Setelah digunakan, alat ini pun bisa dibawa pulang. a�?Ini praktis kok dan tidak merepotkan petani,a�? timpal Nurkholisa.

a�?Makanya saya sangat berharap alat ini nanti bisa digunakan para petani. Agar tidak membuat mereka terlalu lelah mengusir burung dan berjaga seharian di sawah jelang musim panen,a�? sambungnya.

Keberhasilan dua pelajar ini tidak terlepas dari semangat dan rasa ingin tahu mereka. Regina yang ingin menjadi ahli gizi dan kuliah di IPB Bogor merasa selalu ingin memncoba sesuatu yang baru. Sebaliknya, Nurkholisa yang berencana melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi UI, mengungkapkan tak bisa tenang saat banyak hal ingin ia ketahui.

a�?Makanya seneng rasanya ketika melakukan sebuah penelitian. Hitung-hitung sebagai persiapan awal ketika hendak masuk kuliah nanti,a�? jelas Nurkholisa. a�?Selalu tertantang dan ingin belajar sesuatu yang baru itu rasanya seru,a�? pungkas keduanya mantap. (HAMDANI WATHONI/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka