Ketik disini

Metropolis

Tak Boleh Ada Polisi Cuma Nonton

Bagikan

MATARAM – Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkunjung ke Bima. Orang nomor satu di jajaran kepolisian ini membawa bantuan untuk korban banjir. Dia juga menginstruksikan 1.300 personel Polri yang bertugas di Bima, tak hanya berpangku tangan.

a�?Seluruhnya harus bahu membahu dengan masyarakat dan TNI untuk ikut membersihkan kota,a�? kata Kapolri memberi instruksi pada jajarannya, usai menyerahkan bantuan ke Wali Kota Bima, H Qurais Abidin, kemarin(31/12).

Pada kesempatan itu, Kapolri menerima laporan, bahwa dari 1.300 personel Polri yang bertugas di Bima, sebanyak 300 orang menjadi korban banjir. Rumah mereka juga ikut terendam. Sementara sejumlah Polsek juga terendam dan mengalami kerusakan parah.

Kemarin, Tito menyerahkan bantuan beras sebanyak 18 ton. Lalu 1.900 duz air mineral, 500 duz mie instan dan 2.000 sarung. Dia menjanjikan, bantuan berikutnya akan ada lagi. a�?Yang ini sudah tiba dan siap untuk dibagikan,a�? ujarnya.

Selain bantuan tersebut, dia juga membawa bantuan lain yaitu satu unit mobil double cabin, lima unit motor dan lima unit laptop. Bantuan tersebut untuk membantu operasional Polsek Rasanae Barat yang terendam banjir.

a�?Sebanyak 300 anggota yang terkena banjir akan diberikan seragam gratis,a�? ungkapnya saat ditemui di kantor Wali Kota.

Dia juga memerintahkan Kapolres Bima Kota AKBP Ahmad Nurman Ismail untuk mendata kerugian akibat banjir. Supaya awal tahun uang bantuan bisa langsung dikirim. a�?Begitu data saya terima uang langsung dikirim, untuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran belakangan. Setelah belanja barang selesai,a�? tegasnya.

Tito juga mengaku sejak awal banjir melanda, sudah mengarahkan personelnya ke Kota Bima. Serta memerintahkan Kapolda NTB untuk mengirimkan bantuan dari seluruh Polres di NTB.

Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Sebab, kebutuhan logisitik saat ini sangat dibutuhkan warga.

a�?Bantuan ini akan sangat membantu kami. Bantuan ini akan langsung kami distribusikan,a�? akunya saat bertemu Tito.

Salat Jumat

Sementara itu, Kapolri juga menyempatkan diri Salat Jumat bersama korban banjir di Masjid Baburrahman, Kelurahan Dara.

Pantauan koran ini, sekitar pukul 12.00 wita, Kapolri tiba didampingi sejumlah pejabat tinggi lainnya baik di Mabes Polri maupun di lingkup Polda NTB.

Kehadiran Kapolri di tengaha��tengah masyarakat korban banjir menarik perhatian. Usai Salat Jumat, warga Kelurahan Dara yang merupakan korban banjir meriung dekat Kapolri. Mereka menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut dan melakukan foto bersama.

Kepada para korban dia menegaskan, banjir yang terjadi di Bima adalah bencana nasional. Kehadirannya pun di Kota Bima untuk memberikan bantuan untuk para korban.

Ia mengajak masyarakat korban banjir saling membantu. a�?Jangan ada yang saling menyakahkan. Mari kita bahu membahu dan saling membantu agar kembali ke kondisi semula,a�? ujarnya.

Tito meminta masyarakat bersabar. Tetap waspada jika sewaktua��waktu terjadi bencana susulan. Ia mengajak warga Kota Bima untuk perbanyak dzikir dan berdoa. Memohon perlindungan dari Yang Kuasa.

A�Menteri Kesehatan

Sementara itu, kemarin, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek juga ke Kota Bima. Dia ingin memastikan kondisi pelayanan medis pasca-banjir.

Menkes mengaku sedih melihat fasilitas medis di kota. Karena kondisinya rusak semua, baik itu bangunan dan alat-alat kesehatan.

a�?Saya benar-benar sedih melihat kondisi Kota Bima,a�? ujarnya saat bertemu Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin di ruang kerja wali kota, kemarin.

Dia telah menginstruksikan agar mulai memilah peralatan medis yang masih bisa dipergunakan dan tidak di seluruh fasilitas kesehatan. a�?Kalau masih bisa kita perbaiki, ya perbaiki saja dulu. Kalau tidak bisa kita ganti dengan yang baru,a�? tegasnya.

Dia juga mengaku akan mengirimkan anggaran untuk pemulihan kota. Namun anggaran tersebut akan disalurkan melalui BNPB. Sebab, dana yang disalurkan lanjutnya, merupakan anggaran khusus bencana.

a�?Kami akan berkoordinasi dengan BNPB terkait penyaluran bantuan pemulihan kota,a�? katanya pada pertemuan tersebut.

Pada kesempatan itu dia juga meminta agar pelayanan pada warga terus dilakukan. Seperti melakukan imunisasi, pemberian vaksin pada balita dan lain sebagainya. Walau pelayanan tidak dilakukan di puskesmas. Sebab, saat ini semua puskesmas belum bisa beroperasi.

Kemudian kebutuhan air bersih juga harus terus terjaga. Serta memberikan pelayanan kesehatan langsung pada warga. Agar warga tidak terserang penyakit pasca banjir.

Sebelumnya Kepala Dikes kota H Azhari melaporakan, kerugian akibat banjir mencapai Rp 54 miliar. Terdiri dari Rp 4 miliar gedung dan Rp 50 miliar obat-obatan serta alat kesehatan.

a�?Dari delapan puskesmas, baru dua yang bisa beroperasi. Itu pun pengoprasiannya belum maksimal, karena alat kesehatan dan obat rusak,a�? tuturnya.

Kemudian untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit akibat lingkungan kurang sehat, dilakukan penyemprotan disinvektan. Serta dilakukan pengasapan oleh TNI.

a�?Kami juga sudah melakukan penjernihan dan pengalian sumur air bersih,a�? beberanya.

Sedangkan untuk pelayanan medis saat banjir telah dibentuk 60 posko kesehatan. Termasuk di dalamnya RS lapangan serta pelayanan kesehatan di posko induk.

Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin melaporkan bahwa saat ini fasilitas kesehatan tengah dilakukan pembersihan. Supaya bisa segera beroperasi.

a�?Kami tidak bisa mengandalkan RS lapangan dan posko yang ada. Walau pelayanannya nanti terbatas, kami harus bisa beroperasi,a�? akunya saat bertemu Menteri Kesehatan RI.

Diungkapkannya, pasca -bencana yang menerjang kota pasien yang sudah ditangani tim medis mencapai 17 ribu lebih. Terdiri warga yang menderita luka, diare, dan ISPA.

Usai bertemu Wali kota, Nila yang didampimgi Wakil Wali Kota Bima HA Rahman A Abidin mengunjungi sejumlah tempat. Di antarnya gudang obat milik Pemerintah Kabupaten Bima yang bertempat di kota.

Kunjungan tersebut dilakukan, karena gudang obat di Jalan Pendidikan, Kelurahan Lewirato ini diterjang banjir. Sehingga obat-obatan di dalamnya rusak semua.

Kemudian dia juga menyempatakan diri untuk melihat RS lapangan yang didirikan TNI. Dia juga memastikan kebutuhan obat masih terpenuhi. Serta warga bisa terlayani dengan baik. (nk/yet/LPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka