Ketik disini

Headline Tanjung

Tiga Kali Mutasi, Raih empat Penghargaan Nasional

Bagikan

Beragam peristiwa terjadi Kabupaten Lombok Utara (KLU) selama tahun 2016. Salah satunya di penghujung tahun 2016. KLU mendapatkan kado manis untuk menutup lembaran tahun 2016. Kabupaten termuda di NTB ini menerima empat penghargaan dari pemerintah pusat.

***

EMPAT A�Penghargaan yang diterima KLU pada awal Desember itu, meliputi Penghargaan Dana Rakca dari Presiden RI atas prestasi dan kinerja yang dinilai baik oleh pemerintah pusat dalam pengelolaan keuangan daerah, pelayanan dasar publik, ekonomi, dan kesejahteraan.

Kemudian penghargaan dari Ombudsman RI atas kepatuhan terhadap pemenuhan standar pelayanan publik. Ketiga, penghargaan dari Menkumham RI sebagai kabupaten yang peduli terhadap HAM. Terakhir penghargaan dari Mensos RI sebagai pembina umum karang taruna terbaik.

Apa yang diraih itu tidak dicapai dengan mudah. Pemkab terus berupaya meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu cara lewat mutasi. Selama tahun 2016, Pemkab Lombok Utara menggelar tiga mutasi pejabat eselon III dan IV. Mutasi pertama dilaksanakan 9 September 2016, saat itu ada 62 nama yang masuk dalam mutasi. Tercatat beberapa nama mendapatkan promosi. Mutasi jabatan struktural kali ini terjadi di sejumlah SKPD seperti Dinas Pariwisata, Kantor Kebersihan dan Pertamanan, Setwan DPRD Lombok Utara, BPM PP KB Pemdes, dan Bagian Kepegawaian Setda Lombok Utara.

Tidak sampai di situ, 20 hari kemudian tepatnya 29 September 2016, Pemkab Lombok Utara kembali melakukan mutasi di lingkup eselon III dan IV. Dalam mutasi ini, ada delapan orang PNS yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Dari jumlah tersebut beberapa diantaranya mendapatkan promosi.

Gerbong mutasi kembali berlanjut, pada 29 November 2016, Pemkab Lombok Utara kembali melakukan mutasi. Kali ini seluruh camat yang ada di Lombok Utara dirombak. Dalam mutasi ini tercatat 44 PNS mengalami pergeseran posisi baik itu promosi hingga penurunan jabatan.

Camat Kayangan Tresnahadi menjadi Kabag Pemerintahan Setda Lombok Utara, Camat Pemenang Fahri menjadi Sekretaris Diskoperindag dan UMKM Lombok Utara, Camat Gangga Moh Muldani menjadi Irban Wilayah IV Inspektorat Lombok Utara, Camat Tanjung Saparudin menjadi fungsional umum pada Dinsosnakertrans Lombok Utara, dan Camat Bayan Sahti menjadi fungsional umum di BPM PP KB Pemdes Lombok Utara.

Sementara itu, lima camat baru adalah Ahmad Dharma menjadi Camat Pemenang yang sebelumnya menjabat Kepala Kesbangpol Lombok Utara, Musripin yang sebelumnya menjabat Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans menjadi Camat Bayan.

Ahmad Suhadi yang sebelumnya menjabat Sekretaris Camat Gangga menjadi Camat Gangga, Samsudin yang sebelumnya menjadi pengawas TK/SD pada UPTD Dikbudpora Lombok Utara menjadi Camat Tanjung, dan Husna Hadi Albayani yang sebelumnya menjabat Kasubag Tata Usaha Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah menjadi Camat Kayangan.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengungkapkan Tour of The Job itu penting. Karena bisa membedakan sikap, karakter dan orang yang dari awal hanya di satu posisi saja, dengan orang yang pernah berpindah tugas. a�?Orang yang hanya di satu posisi saja nanti tidak memiliki ilmu yang komperehensif. Intinya mutasi ini penyegaran,a�? ungkapnya.

Sebelum rentetan mutasi tersebut, dua posisi kepala SKPD yakni Dinas Kesehatan, DPPKAD, BPM PP KB Pemdes, dan Dinsosnakertrans harus kosong. Untuk Dikes, kepala dinas yang bersangkutan Benny Nugroho mengundurkan diri dari jabatannya dan digantikan Plt sementara yakni Sekretaris Dikes Suhardi.

Untuk BPM PP KB Pemdes, kepala dinas yang bersangkutan yakni Jayadi memasuki masa pensiun kemudian digantikan Plt sementara Heriyanto yang menjabat staf ahli bupati.

Sedangkan, posisi kepala DPKKAD dan Dinsosnakertrans harus kosong karena yang bersangkutan non job sebagai bentuk sanksi dari Irjen Kemendagri.

Namun sampai akhir 2016, gelombang mutasi belum selesai. Karena akibat perubahan organisasi perangkat daerah (OPD), maka Pemkab Lombok Utara harus melakukan penyesuaian kembali. Termasuk juga pengisian empat jabatan kepala SKPD yang saat ini dijabat Plt.

Kabar mutasi pemungkas di 2016 sempat santer berhembus di akhir tahun atau Desember. Tetapi rupanya kepala daerah memiliki pandangan lain sehingga sampai tutup tahun mutasi terakhir belum dilakukan. Padahal Pemkab Lombok Utara sudah melakukan evaluasi kinerja sebagai salah satu acuan melakukan pergeseran pejabat. a�?Kabarnya awal Januari mutasi termasuk pengisian OPD baru,a�? ujar sumber koran ini di lingkungan Setda Lombok Utara yang enggan dikorankan namanya, kemarin (30/12).

Dalam penyusunan OPD baru ini, dari segi jumlah tidak ada yang berubah yakni tetap 29 SKPD. Hanya saja ada beberapa SKPD lama yang digabung maupun yang berdiri sendiri. (pujo nugroho/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka