Ketik disini

Metropolis

AP 1 Antisipasi Cuaca Ekstrim

Bagikan

MATARAMA�– Perubahan cuaca yang cukup tinggi membuat otoritas penerbangan yakni PT Angkasa Pura I lebih berhati-hati. Mereka meningkatkan pemantauan terhadap kondisi cuaca. Terutama setelah peristiwa banjir bandang di Bima, Rabu (21/12).

General Manajer PT Angkasa Pura I Lombok International Airport (LIA) I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, saat ini penerbangan menghadapi perubahan cuaca yang relatif tinggi. Pada saat terjadi bencana banjir bandang di Bima, tanggal 21 Desember lalu, beberapa pesawat yang berangkat maupun datang ke LIA mengalami keterlambatan karena kondisi cuaca di sekitar LIA.

Ada juga pesawat dari Surabaya dan Makassar yang akan ke Lombok harus dialihkan ke Bali, karena kondisi cuaca di sekitar LIA tidak bersahabat.

Ia menjelaskan, pemantauan kondisi cuaca wajib dilakukan setiap hari untuk memastikan apakah pesawat memungkinkan mendarat atau terbang. Biasanya, dalam penerbangan jarak pandang minimal 5 kilometer (km). Jika jarak pandang di bawah 5 km, maka harus berhati-hati, dalam kondisi cuaca seperti itu, pihaknya tidak akan merekomendasikan untuk melakukan pendaratan maupun keberangkatan dari bandara tersebut.

a�?Gangguan cuaca biasanya kombinasai antara awan dan hujan lebat, angin yang relatif kencang,a�? jelasnya.

Ardita memastikan, pasca banjir bandang Bima, kondisi penerbangan kini mulai normal kembali. Tapi pemantauan cuaca setiap hari dilakukan. Sebab dalam penerbangan masalah perlindungan tidak bisa diabaikan. Begitu kondisi cuaca tidak baik, maka harus ada langkah-langkah untuk mengambil keputusan. a�?Tidak bisa diabaikan, jadi sefety (keselamatan) dan security (keamanan) di penerbangan nomor satu,a�? ujarnya. (ili/r7)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka