Ketik disini

Metropolis

Gule Gending Meriahkan Malam Tahun Baru

Bagikan

MATARAMA�– Beragam cara dilakukan warga untuk memeriahkan malam tahun baru. Tidak hanya dengan terompet atau kembang api. Banyak warga berkumpul dan bakar ikan bersama. Ada juga yang menggelar acara khusus terutama para pelaku usaha hotel. Bahkan mereka menampilkan para penjual gula gending atau gulali khas Lombok.

Para penjual tradisional ini memeriahkan malam tahun baru 2017 dengan atraksi musik gula gending di Hotel Grand Legi, Sabtu (31/12) malam lalu. Dalam pesta ini, Suhardi, 82 tahun bersama Ahmad Nasri menunjukkan kepiawaian mereka dalam memainkan musik gula gending yang terbuat dari kaleng khusus. Selain bermain musik, ketiga penjual ini berkeliling membagikan gula gending yang mirip bulu kucing ini.

Atraksi mereka disambut antusias warga yang hadir. Seperti Yayuk, ia mengaku teringat dengan masa kecilnya yang suka makan gula geding, apalagi dengan musik khasnya. Ia berharap, jajanan tradisional seperti itu bisa tetap dipertahankan.

Suhardi, penjual gule gending mengaku sudah berjualan sejak 36 tahun lalu. Pekerjaan yang sudah ditekuni sejak zaman nenek moyang ini telah memberikannya hidup. Ia merasa sangat bahagia karena bisa tampil di acara pergantian tahun.

General Manajer Hotel Grand Legi Ridwanto mengatakan, sesuai dengan konsep malam pergantian tahun yakni a�?tempo dulua�?, pihaknya ingin membawa para tamu hotel untuk mengenang masa lalu di tahun yang baru. Acara sengaja dikemas dengan menghadirkan nuansa tempo dulu. Selain itu, berbagai jenis makanan tradisional disajikan, termasuk gula gending. a�?Kita ingin memperkenalkan kepada mereka yang belum tahu, bahwa ini makanan khas kita,a�? ujarnya.

Selain itu, tamu hotel dan wisatawan yang datang juga sudah mulai bosan dengan makanan roti dan sebagainya. Sehingga makanan tradisonal perlu diangkat kembali. Rasanya juga tidak kalah enak dengan makanan modern asal barat. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka