Ketik disini

Metropolis

Konversi Elpiji di Pulau Sumbawa Belum Jelas

Bagikan

MATARAMA�– Rencana konversi bahan bakar minyak tanah (mitan) ke elpiji di Pulau Sumbawa belum ada kepastian. Pemprov maupun Pertamina wilayah NTB belum berani memastikan apakah tahun ini akan dilakukan konversi ke gas atau tidak.

Sales Eksekutif BBM Pertamina NTB Reggi Senjang mengatakan, pada dasarnya konversi sudah siap dilakukan. Apalagi tahun ini akan dibangun SPBE di Sumbawa Besar dan Bima. Dari pendataan sementara total kebutuhan gas di Pulau Sumbawa 84,3 metrik ton per hari atau 6,1 kg per KK per bulan. Tapi pihaknya tidak bisa memberikan keputusan terkait kapan konversi elpiji di Pulau Sumbawa. Dalam hal ini pihaknya sifatnya menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

a�?Kita masih menunggu dan belum ada info dari pemerintah pusat,a�? katanya beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) NTB H Muhammad Husni menambahkan, pemprov juga menunggu hasil pendataan dari tim konsultan yang digunakan Dirjen Migas. Kalau terjadi konversi di Sumbawa, maka konsekuensinya akan ada pembagian tabung gas secara gratis.

Distamben belum berani memastikan apakah konversi terjadi di 2017. Karena semuanya sangat bergantung pada anggaran pemerintah pusat. Dan bila dana tersebut sudah di sana, maka ia tidak bisa menjamin apakah akan dialokasikan untuk konversi, sebab bisa jadi anggaran koversi dicabut lagi. Tapi saat ini, ia masih berharap bisa terjadi tahun ini sambil menunggu hasil pendataan tim konsultan. a�?Tapi kapan dan bulan berapa konversi, saya tidak tahu. Kita wait and see (tunggu dan lihat) saja,a�? katanya.

Belum adanya program koversi ke gas di Pulau Sumbawa diduga menjadi salah satu penyebab penyelundupan tabung-tabung gas elpiji 3 kg ke daerah tersebut. Sebagian warga menginginkan agar mereka diperlakukan sama seperti Pulau Lombok. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka