Ketik disini

Selong

Usaha Kelompok Remaja Lotim Dievaluasi

Bagikan

SELONG – Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus mendorong lahirnya para pengusaha dari kalangan remaja. Hal ini untuk menciptakan lapangan usaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah.

a�?Kehadiran pengusaha dari kalangan remaja itu sangat dibutuhkan. Maka kami akan terus mendorong munculnya pemuda-pemuda yang memiliki jiwa usaha,a�? kata Ketua Umum K3S Lotim, Hj Supinah Ali BD.

a�?Makanya setelah diberikan suntikan modal usaha masing-masing Rp 6 juta nanti saya berharap agar kelompok yang masih aktif dan dibentuknya itu terus aktif dan berkembang,a�? pintanya menjawab banyaknya kelompok usaha bersama yang kini tengah mati suri.

Lima Kelompok remaja kreatif binaan K3S dievaluasiA� perkembangan usahanya. Kelompok remaja tersebut yakni kelompok Albarokah Desa Kalijaga Baru dengan usaha ternak ayam kampung super. Kelompok Al Maarif Desa Pringgasela Selatan dengan usaha Batako, Kelompok Cahaya Desa Peneda Gandor dengan usaha ternak ayam pejantan super (broiler), kelompok Pusat Informasi Kesehatan (PIK) Desa Tumbuh Mulia membuat Tas dari Tali Kur, dan Kelompok remaja Sembalun Timba Gading dengan usaha Batako dan menyewakan peralatan pendakian gunung.

Setiap kelompok memaparkan perkembangan kegiatan serta kendala-kendala yang dihadapi dan berlangsung diskusi untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. A�Terungkap, para remaja ini megaku kesulitan dalam memasarkan produknya, juga menghadapi persaingan dengan pengusaha-pengusaha yang lebih dulu ada di masyarakat.

Wakil Ketua K3S Sukardiman mengingatkan bahwa ruh dari pembentukan kelompok remaja kreatif tersebut adalah terjadinya penundaan usia perkawinan. Maksudnya dengan memberikan ruang aktifitas bagi para remaja diharapkan agar mereka memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan pernikahan. Sehingga ketika sudah berkeluarga nanti sudah mapan dan memiliki mata pencaharian serta hidup mandiri dalam membangun rumah tangga.

A�a�?Jadi bukan dilarang kawin, tapi diusahakan agar mencapai kemapanan sebelum menikaha�? ujarnya.

Kelompok ini juga diharapkan dapat mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk di Lombok Timur. Ketua Harian K3S Lotim, Hj Mihmal Nuradam, minta laporan perkembangan usaha kelompok tersebut disampaikan secara tertulis dan rutin. Untuk itu Ia mengharapkan adanya pelatihan tata cara pembukuan dan pelaporan yang sistimatis walaupun bentuknya sederhana. Dua hal yang menjadi substansi dibentuknya kelompok remaja, pertama terjadinya penundaan usia perkawinan dan perkembangnya usaha remaja. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka