Ketik disini

Giri Menang

Plt Kadis PU Bakal Diperiksa

Bagikan

GIRI MENANG – Satreskrim Polres Lombok Barat sejauh ini sudah memeriksa delapan saksi, terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pungutan Liar yang diduga dilakukan oleh Oknum PNS di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lobar berinisial ZA. Delapan saksi tersebut, termasuk salah satunya Plt Kepala Dinas PU Lobar I Made Artadana.

“Sudah delapan orang diperiksa. Iya dong (Plt Kadis PU Lobar),a�? terang Kasatreskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo, kemarin (2/1).

Terkait adanya informasi uang ratusan juta di rekening pelaku yang diduga hasil pungli, Joko mengaku masih mendalami. Sejauh ini, hasil pemeriksaan belum bisa dibuktikan. Bahwa uang di rekening tersebut ada kaitannya langsung dengan pungli yang dilakukan ZA.

“Tapi kami masih dalami, kami belum berani menetapkan barang tersebut jadi BB,a�? jelasnya.

Rekening yang sempat disita petugas tersebut pun kini sudah dikembalikan ke pihak keluarga.

Namun apabila hasil pemeriksaan nanti ditemukan uang di di rekening itu ada kaitannya dengan hasil Pungli, maka akan kembali disita. “Tapi harus dikembalikan dulu,a�? ucapnya.

Lebih lanjut, Joko menuturkan delapan saksi yang dipanggil dalam kasus tersebut untuk mengetahui apakah ada kerterlibatan orang lain, atau murni seperti pengakuan pelaku melakukan sendiri. “Kami lagi usaha maksimal untuk pengembangan ke tersangka lain,a�? ujarnya.

Sebelumnya, tim sapu bersih (saber) Pungli Polres Lobar melakukan OTT terkait pungutan liar yang dilakukan oleh oknum PNS Dinas PU Pemkab Lobar berinisial ZA, Desember tahun lalu. Dari tangan pelaku, diamankan uang tunai senilai Rp 17.350.000 yang diduga merupakan hasil Pungli.

Adapun pasal yang menjerat pelaku yakni Pasal 12 e Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999. Yang mengalami revisi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Tindak Pidana Korupsi. Pelaku terancam dengan hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun dengan denda minimal 50 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

Sementara Plt Kepala Dinas PU Lobar Ir I Made Artadhana sejak terjadi penangkapan ini, belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini ditulis. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka