Ketik disini

Selong

Selain TKI, Tiap Tahun Lotim Banyak Hasilkan Janda

Bagikan

Tak bisa dipungkiri Keberadaan TKI di luar negeri telah membantu menggerakkan perekonomian daerah Lombok Timur (Lotim). Namun tingginya angka TKI juga dapat dipandang sebagai minimnya ketersediaan lapangan kerja di daerah. Bagaimana DPRD menyikapi hal ini. Berikut lanjutan wawancara wartawan Lombok Post, Hamdani Wathoni dengan Ketua DPRD Lotim H Khairul Rizal.

***

Kemiskinan di Lotim masih tinggi. Apa yang telah dilakukan dewan bersama eksekutif menangani masalah kemiskinan ini?

Menanggulangi Kemiskinan, minimal ada dua kelompok program penanggulangan kemiskinan, disamping program yang lainnya. Pertama, program Bansos untuk keluarga miskin. Bansos ini berupa bantuan pendidikan, kesehatan, dan pangan. Untuk paket sembako rata-rata per tahun itu pemerintah menganggarkan Rp 21 miliar.

Kedua, Program Pemberdayaan Ekonomi Usaha Mikro dan Kecil. Program ini kami rasa masih minim dilakukan oleh SKPD terkait. Kegiatannya dalam bentuk sosialisasi, pelatihan wirausaha, pelatihan keterampilan, pembentukan UKM baru, bantuan modal, pendampingan dan pembinaan. Seharusnya pemerintah daerah punya rencana dan target, berapa jumlah UKM baru yang dibentuk dan dibina dalam lima tahun.

A�Saat ini Lotim dikenal sebagai daerah penghasil TKI dan Janda. Bagaimana tanggapan anda?

Tentang TKI Lombok Timur memang masih kurang mendapat perhatian dari Pemkab, khusus oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. Mulai dari lemahnya komitmen SKPD atas usulan program penanganan TKI. Minimnya sosialisasi Pemkab kepada masyarakat, penjelasan tentang proses rekrutmen TKI, dampak buruk menjadi TKI ilegal. Lemahnya pendampingan pemkab terhadap TKI, mulai dari proses pendaftaran, pemberangkatan dan setelah habis masa kontrak kerja.

Sementara Tentang SKPD Pemberdayaan Perempuan dan Anak, bukannya tidak ada, tetapi masih tergabung dengan Keluarga Berencana. Komitmen Pemkab terhadap perempuan dan anak sudah mulai serius, dengan meningkatnya beberapa jenis program dan kenaikan anggaran dari Rp 1,2 miliarA� menjadi Rp 3,7 miliar.

A�Beberapa proyek di Lotim kerap molor kenapa dewan membiarkan hal ini terjadi?

Dewan seringkali memberikan saran dan masukan, namun kesalahan berulangkali terjadi, salah dalam menentukan pemenang lelang. Berdampak buruk terhadap pelaksanaan proyek, lambannya pengerjaan proyek, bermasalahnya pengerjaan proyek, bahkan sering terjadi gagalnya pengerjaan proyek. Saya menilai faktor penyebabnya adalah lemahnya kompetensi panitia lelang, kurang tegas dan kurang profesionalnya panitia dalam mengambil keputusan.

Dewan memiliki dana aspirasi. Berapa jumlah dana aspirasi itu per tahun dan sejauh mana dampaknya untuk kesejahteraan masyarakat?

Jumlah aspirasi anggota dewan dalam bentuk program untuk masyarakat 700 juta. Tentu jumlah ini sangat kecil, mengingat luas dan banyaknya pemilih masing-masing anggota Dewan. Jenis program aspirasi bermacam-macam, tergantung permintaan konstituen, setiap dusun atau lingkungan berbeda-beda.Program aspirasi sangat dirasakan masyarakat, karena jenis programnya disesuaikan dengan kebutuhan prioritas konstituen.

Selama ini dewan terkesan terlalu lunak pada pak Kepala Daerah dalam hal ini Bupati, pejabat SKPD atau pihak eksekutif. Bagaimana menurut pak ketua tentang hal ini?

Posisi Dewan dengan Bupati adalah Mitra. Dewan bukanlah atasannya Bupati. Dewan ibarat sahabat, kewajiban sahabat sebatas memberikan nasihat, saran dan masukan yang baik. Sepengetahuan saya, dewan sudah menjalankan fungsinya dengan maksimal, mengawasi, mengkritisi, memberikan saran dan masukan kepada Bupati, terhadap seluruhA� kebijakannya, dan juga kepada seluruh bawannya. Saran dan masukan dewan, memang ada yang dilaksanakan, dan ada juga yang tidak dilaksanakan.

Pertanyaan terakhir pak ketua, apa harapan pak ketua pribadi di tahun 2017 mendatang dengan Lotim. Bagaimana gambaran Lotim yang bapak inginkan. Lotim yang ada dalam impian bapak ini seperti apa?

Lombok Timur kedepan bisa menjadi lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera. Minimal Pemkab melakukan tiga hal. Pertama yakni membenahi birokrasi dengan sungguh-sungguh.A� Melakukan rekrutmen pejabat baru, baik pejabat eselon II, III dan IV melalui lelang terbuka, bekerjasama dengan perguruan tinggi seperti UGM, UI atau yang lainnya. Demikian juga dengan pengangkatan kepala sekolah, dengan tes uji kompetensi dengan sistem lelang. Kemudian para pejabat yang ada terus di-upgrade dengan memanggil pakar dari luar, misalnya dengan ESQ.

Kedua, mendorong para investor untuk berinvestasi sebanyak mungkin. Memberikan pelayanan perizinan yang murah, mudah dan nyaman. Ketiga, memajukan sektor pariwisata. Potensi wisata halal sangat besar dan menjanjikan. Bagaimana tidak, ada potensi 150 juta pengunjung wisatawan muslim pada tahun mendatang, dengan pengeluaran sekitar 200 miliar dolar AS, menurut Laporan Global Travel Indeks Muslim (GMTI). Lombok Timur harus menangkap peluang besar ini.

Jika ketiga hal di atas mampu dijalankan, Insya Allah Lombok Timur akan keluar dari penilaian daerah tertinggal. Lotim akan menjadi daerah yang lebih baik, lebih sejahtera dan lebih bahagia. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys