Ketik disini

Headline Metropolis

Buruh Tiongkok Jamah NTB

Bagikan

MATARAM – Sebanyak 12 orang tenaga kerja asal Tiongkok kini harus berurusan dengan Kantor Imigrasi Mataram. Para pekerja kapal keruk dermaga Labuhan Haji, Lombok Timur (Lotim), ini diduga melakukan aktivitas kerja ilegal di luar izin yang mereka miliki.

Meski tak menahan para pekerja tersebut, namun Imigrasi telah menahan 12 paspor berinisial, ZY, LP, XQ,A� LW,A� LZ,A� JL,A� LQ,A� ZZ,A� ZX, LQ, dan DX.

Kepala Kantor Imigrasi Mataram Romi Yudianto mengatakan para pekerja Tiongkok itu hanya mengantongi izin tinggal Kemudahan Khusus Keimigrasian (Dahsuskim) dengan izin tinggal batas perairan. a�?Mereka cuma punya itu,a�? kata Romi, kemarin (3/1).

Romi menjelaskan, izin tinggal batas perairan memang memperbolehkan pekerja Tiongkok ini untuk bekerja, namun dalam wilayah yang terbatas. Hanya boleh di perairan saja atau tetap berada di atas kapal.

Tetapi dalam perjalanannya, mereka terindikasi ikut bekerja dalam pemasangan pipa di daratan Pulau Lombok. Informasi ini diperoleh petugas Imigrasi dari sejumlah masyarakat. Karena itu, petugas langsung melakukan pengecekan di lokasi.

Saat berada di Dermaga Labuhan Haji, petugas langsung mendatangi kapal Cai Jun I tempat 12 orang WNA Tiongkok bekerja. Namun, saat ditanyakan dokumen-dokumen terkait aktivitas mereka di daratan Pulau Lombok, mereka tak mampu menunjukkannya.

a�?Ada dugaan ikut pekerjaan pemasangan pipa di darat, tapi dokumen itu tidak ada. Jadi kita amankan dulu paspor mereka,a�? beber Romi.

Lebih lanjut, bila 12 orang WNA Tiongkok tak mampu menunjukkan dokumen terkait, maka Imigrasi memastikan akan memberi sanksi. Kata Romi, jika terbukti menyalahgunakan izin tinggal, mereka bisa di penjara selama lima tahun.

a�?Bisa juga kena sanksi administrasi berupa deportasi,a�? tegas dia.

Terkait kedatangan mereka ke Lombok, Romi mengatakan, 12 pekerja asal Tiongkok ini diketahui tiba sekitar akhir November A�tahun lalu. Mereka tiba di Lombok dan bekerja untuk proyek pengerukan kolam labuh Dermaga Labuhan Haji.

Sementara ini, Imigrasi belum melakukan penahanan terhadap pekerja Tiongkok. Pihak Imigrasi masih menunggu kelengkapan dokumen keimigrasian yang berkaitan dengan aktivitas mereka di daratan Pulau Lombok.

Disnaker Tak Tahu

Sementara itu, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengaku tidak mendapat pemberitahuan sama sekali terkait aktivtias warga Tiongkok di kapal keruk tersebut. Sesuai aturan, harusnya pihak yang mempekerjakan warga Tiongkok ini harus berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja kabupaten menyangkut tenaga kerja asing. a�?Sampai saat ini belum ada koordinasi dari pihak kontraktornya,a�? kata Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Timur, H Ridatul Yasa kepada Lombok Post kemarin (3/1).

Dijelaskannya, jika ada tenaga kerja asing yang bekerja, pihak kontraktor atau agen harus menunjukkan Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Izin ini harus dimiliki untuk setiap tenaga kerja asing yang dipekerjakan oleh kegiatan usaha dalam rangka penanaman modal oleh PMA/PMDN yang menggunakan tenaga kerja dalam kegiatanya.

Selain IMTA, kontraktor juga harus menunjukkan Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS). a�?Tapi selama ini belum ada koordinasi sama sekali dengan kami,a�? aku Ridatul Yasa.

Pihaknya berencana memanggil kontraktor proyek Labuhan Haji tersebut. Mengingat para pekerja ini nantinya akan bekerja mengeruk pasir di kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji cukup lama.

Terpisah, Kepala UPP Pelabuhan Labuhan Haji Hasibullah mengaku, agen para tenaga kerja sudah dipanggil syahbandar dan dokumen para tenaga kerja asing ini dikumpulkan. Hasibullah mengatakan, agennya pekerja asing ini berasal dari Labuhan Lombok. Pihak Syahbandar telah berkoordinasi dengan mereka terkait dokumen paspor apakah sesuai penggunaannya.

Dikatakan, Chai Jun 1, telah berlabuh di Labuhan Haji Oktober 2016 lalu. Namun, keberadaan tenaga kerja asing diungkapkan Hasibullah baru diketahui sekitar dua minggu lalu. a�?Untuk itu besok kami akan berikan keterangan juga bersama syahbandar yang telah berkoordinasi dengan pihak Kantor Imigrasi di Mataram,a�? terangnya. A�(dit/ton/r2/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka