Ketik disini

Politika

Ingat, Masyarakat Sudah Melek Politik!

Bagikan

MATARAMA�– Awal tahun 2017 perpolitikan di NTB mulai memanas. Meskipun Pilkada serentak baru akan digelar 2018 mendatang. Perang urat saraf antar bakal calon gubernur terus terjadi bahkan tak jarang saling kritik dan saling sindir kebijakan secara terbuka.

Dalam perspektif psikologi politik, mereka yang menyatakan siap maju pada Pilkada mendatang terus melakukan pencitraan diri. Salah satunya melalui berbagai baliho dan famplet yang terpasang di berbagai sudut kota/kabupaten di NTB.

Bahkan sudah menjadi pemandangan umum jika spanduk, baliho dan famplet para Balon Gubernur bertebaran serta terpampang di persimpangan jalan. a�?Setidaknya, ada lima balon gubernur yang sudah syarih mengikrarkan diri untuk maju pada Pilgub 2018 mendatang,a�? kata pengamat politik Ahyar fadli, kemarin (3/1).

Kelima balon gubernur itu yakni Bupati Lombok Timur HM Ali Bin Dachlan, Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Ketua DPD Gerindra NTB sekaligus anggota DPR RI H Willgo Zainar, anggota DPR RI dapil Banten dari PKS Dr. Zulkiflimansyah.

Mereka terus melakukan sosialisasi dan komunikasi politik ke masyarakat dengan cara mengunjungi para tuan guru, tokoh masyarakat, tokoh adat dan mengunjungi pondok pesantren. Semua kegiatan kelima balon gubernur tersebut dilakukan waktu akhir pekan.

Kegiatan blusukan ke berbagai wilayah atau lintas kabupaten yang dilakukan para bupati dan wali kota terkadang memunculkan pertanyaan kritis dari masyarakat. Atas dasar apa para bupati dan wali kota datang ke suatu daerah yang bukan wilayah kerjanya. Begitu juga halnya dengan anggota DPR RI yang daerah pemilihannya bukan NTB. Apalagi saat ini belum masuk waktu Pilkada. a�?Biarlah masyarakat sendiri dan para tokoh politik yang menjawabnya,a�? katanya.

Ahyar melihat, situasi politik saat ini masih kondusif. Pertarungan atau perang urat saraf baru sebatas pergulatan antar balon gubernur secara personal. Belum sampai melibatkan partai politik apalagi sampai berkoalisi. Kondisinya masih terlalu prematur untuk mengatakan siapa didukung partai apa, karena itu kondisinya masih terkendali.

Namun demikian, dalam konteks sosiologis masyarakat, pemilih sudah terpetakan untuk mendukung siapa pada Pilgub mendatang. Termasuk beberapa pondok pesantren di pulau Lombok sudah sejak dini menentukan calonnya.

Ahyar memprediksi bahwa sepanjang tahun 2017 suasana perpolitikan di NTB akan semakin panas dan tensinya akan semakin meninggi. Sekarang saja sedang terjadi perang urat saraf dan saling kritik antar balon gubernur.

Keberadaan spanduk, baliho, famplet yang terpasang diberbagai sudut kota menambah suasana makin memanas. Kegiatan blusukan balon gubernur termasuk silaturrahmi politik mengantarkan persaingan balon gubernur menaiki tangga demi tangga puncak kritis kalau tidak bisa menahan diri.

Pada saat itu kematangan politik berlandaskan etika politik para balon gubernur dan aktor politik akan benar-benar diuji oleh masyarakat. Perlu diingat bahwa masyarakat kini sudah melek politik, rasional dan kritis untuk memilih pemimpin. a�?Aktor politik harus sudah mulai menyadari sifat dan karakter para pemilihnya sehingga tidak salah dalam membuat peta politiknya,a�? pungkasnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka