Ketik disini

Headline Metropolis

Kurus Kering, Panas dan Tidak Bertenaga

Bagikan

Diawali testis membesar, keadaan Rizki Pratama kini sudah sangat memilukan. Foto yang ditunjukan sang ibu, sudah jauh berbeda. Masih adakah hari esok lebih baik untuk bocah dua tahun ini? Berikut laporannya.

***

SUNYI. Ruang Gili Nanggu 101 itu, terisi dua bocah tengah berbaring. Di sudut dekat jendela, Rizki Pratama, berbaring. Matanya, mengejap berulang kali.

Wanita yang duduk tak jauh dari tempatnya berbaring adalah ibunya. Namanya Astini. Sebuah laptop disingkirkan, saat koran ini menyapanya. a�?Iya sedang susun skripsi mas,a�? jawabnya santun.

Ia berusaha ceria. Wanita yang saat ini menempuh pendidikan PGSD di Unram itu, memang tengah menghadapi persoalan berat. Di masa ujian akhir kuliahnya ia harus berhadapan dengan persoalan lain. Keadaan putra semata wayangnya.

Awal mula Rizki pria yang sangat sehat. Tubuhnya putih bersih dan gemuk. Itu terlihat dari foto-fotonya, sebelum bocah yang kini telah berusia 2,3 tahun itu mengidap penyakit yang sungguh berat. Tetapi, sejak bulan Juli lalu, testis Rizki membesar. Dan beberapa kali, bocah malang itu mengeluh sakit.

“Sebenarnya waktu itu sudah mau operasi hidrokel, tetapi karena keadaan rizki tiba-tiba sakit pilek dan batuk, dokter menyarankan sebaiknya ia sembuh dulu,a�? tuturnya.

Tetapi jelang sembuh, Astini mendapat tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari kampusnya. Ia pun mengambil keputusan cepat. KKN sembari membawa Rizki ke lapangan. Sembari sekali waktu, mengajak rizki mengontrol kesehatan.

Saat itu, sakit Rizki memang belum se-kronis saat ini. Hanya beberapa kali saja, bocah malang itu, mengerutkan wajah. Menahan sakit.

a�?Saya fikir saat itu hanya penyakit biasa. Saya juga sudah berniat mengobatinya setelah usai KKN,a�? terangnya.

Tetapi makin lama, bagian dari alat vital Rizki semakin membesar tak normal. Saat itu, secara fisik, pertumbuhan tubuhnya mulai terganggu. Perut terlihat mulai buncit. Ia dan suaminya, Adrian Putra sempat berinisiatif membawanya ke tukang urut.

a�?Tetapi tukang urutnya nolak. Rupanya ia melihat ini gejala yang tak lazim. Saya dan suami lalu membawa ke dokter spesialis. Di sana pun kami diminta untuk merujuk rizki ke RSUP,a�? tuturnya.

Maka pada tanggal 20 Desember kemarin, Rizki telah mulai menjalani perawatan di RSUP NTB. Sayangnya, kondisinya semakin terlihat lemah dan memburuk. Perutnya, membuncit keras. Urat-urat sampai terlihat menahan a�?sesuatua�� yang mendorong dari dalam. Dan terus membesar.

a�?Umbaq, umbaq (gendong, gendong),a�? rengek Rizki, menyela pembicaraan kami.

Keadaan bocah asal Lingkungan Karang Tapen, Kelurahan Cilinaye itu pun sangat memperihatinkan. Kulitnya hanya tinggal membungkus tulang. Wajangnya cekung, mengikuti kontur tengkorak kepalanya. Perutnya membusung keras. Ia bahkan tak kuasa, menggerakan badannya, hanya untuk memperbaiki tidur.

a�?Kata dokter, ini tumor abdomen. Kata dokter tumor ini seperti monster. Gizinya habis dimakan tumor ini,a�? ujar Ibunya dengan wajah sayu.

Itulah yang membuat Rizki terlihat sangat payah. Tumor yang awalnya hanya berkutat di testis, dari hasil rontgen terbaru terlihat naik ke dalam perut. Wajar saja, bocah itu kerap menangis, merasa panas panas di dalam perutnya. Sementara sampai saat ini tim medis belum melakukan tindakan medik, mengangkat tumor dari dalam badan bocah itu. a�?Bahkan, sudah lima hari ini tidak bisa tidur,a�? terang ibunya.

Rizki kembali terdengar merengek. Minta digendong. Entah apa yang ada dalam benak bocah itu. Begitu juga rasa sakit yang dirasakannya. Bahkan, nafsu makannya lenyap. Sampai nutrisi, harus dimasukan menggunakan selang infus ke lubang hidungnya.

“Dokter katanya belum bisa operasi, karena keadaanya masih belum stabil,a�? sambungnya lagi.

Astini hanya bisa berdoa. Sejauh ini, biaya pengobatan masih ditanggung Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimilikinya. Ia benar-benar khawatir, jika keadaan anaknya semakin memburuk. Sementara, dokter tak kunjung memberikan penanganan cepat melalui operasi.

a�?Saya benar-benar khawatir takut kondisinya tak stabil-stabil dan kesehatanya semakin menurun. Tapi mungkin, dokter punya alasan sendiri belum bisa operasi Rizki sampai sekarang,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Nyayu Ernawati, saat dihubungi mengaku telah mendengar kabar bocah malang itu.

a�?Semalam saya sudah dapat kabarnya. Ini nanti rencananya habis dzuhur (kemarin, Red) mau lihat keadaanya,a�? kata Nyayu dari balik telepon.

Politisi asal partai PDI Perjuangan itu berjanji akan mengawal perawatan Rizki. Sampai bocah malang itu diberi penanganan yang sepantasnya. Dan kembali sehat seperti sedia kala. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka