Ketik disini

Metropolis

Pak Wali, Jangan Mau Disogok!

Bagikan

MATARAM – Pasca mutasi jilid I Jumat 30 November 2016 kemarin, kini rencana mutasi jilid II mulai panas. Ada delapan jabatan empuk yang akan diperebutkan.

Desas-desusnya, delapan posisi ini telah diploting untuk diisi sejumlah nama. Namun demi menggugurkan kewajiban aturan, maka pansel akan tetap digelar dalam waktu dekat ini.

Terkait ada ploting nama yang diperkirakan sudah dapat jatah, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh tak menampik. Ia membenarkan jika dirinya memang telah mencoba membuat catatan-catatan nama. Siapa saja yang layak duduk di delapan kursi empuk itu. “Tapi masih ada kemungkinan berubah,a�? terangnya.

Karena itu, mekanisme pansel ini jadi sangat penting. Apakah beberapa nama yang sudah diformulasikan, benar-benar layak menduduki jabatan tertentu. Sebab itu, ada kemungkinan berubah.

Tidak hanya bagi eselon III yang dikabarkan dapat promosi, tetapi eselon II juga berpeluang dikocok ulang menempati jabatan yang lowong.

Kabar tak sedap juga mencuat terkait delapan jabatan kosong yang disisakan Pemerintah Kota Mataram. Sejumlah pejabat dikabarkan berupaya mempengaruhi wali kota dengan tawaran-tawaran uang.

Isu ini menyeruak kencang. Bahkan kabarnya akan menempati jabatan yang strategis di dalam tubuh pemerintahan. Jabatan strategis dan penting yang di maksud antara lain, Bappeda dan Bidang Pelatihan dan Pengembangan.

Dua jabatan ini memang harus diisi oleh orang yang berkompeten di bidangnya. Selain itu punya perencanaan yang matang dan visioner. Sebab ada kaitannya dengan rencana pengembangan kota dalam jangka pendek dan menengah.

a�?Ada orang yang berupaya mempengaruhi pak wali dengan iming-iming seperti itu. Padahal itu jabatan yang tidak boleh diisi sembarangan,a�? kata sumber internal Pemkot Mataram.

Dalam berbagai sesi wawancara, sebelumnya Ahyar sebenarnya sudah menunjukan komitmen tidak memilih pejabat yang minta-minta. Apalagi dengan kompetensi dan keilmuan yang jauh dari kemampuannya menakhodai jabatan yang coba diminta.

Bisikan-bisikan itu dikatakan Ahyar sampai padanya. Namun, ditegaskan pula olehnya itu tidak akan mempengaruhi keputusan dirinya. Selain menginginkan adanya perubahan yang besar, Ahyar juga berharap ada perubahan hasil dari mesin birokrasi pemerintahan. Sehingga dapat meningkatkan kepuasan publik pada pemerintahannya.

“Kita berharap komitmen itu benar-benar tetap dijaga oleh beliau,a�? sambung sumber ini melihat rentannya godaan dari sejumlah orang yang ingin mempengaruhi wali kota dengan cara instan. Bukan melalui kinerja dan prestasi dalam bekerja.

Sementara itu, Sekda Kota Mataram Effendi Eko Saswito mengatakan, wali kota kemarin telah menanda tangani Surat Keputusan (SK) Panitia Seleksi (Pansel). Tim terdiri dari lima orang. Diantaranya, Sekda, Asisten III dan tiga orang akademisi. a�?Ketua pansel Sekda merangkap anggota,” terang Eko.

Sejak ditanda tanganinya SK tersebut, Pansel akan langsung bekerja. Diantaranya menyusun time schedule kegiatan pansel. Lalu dilanjutkan dengan tahap sosialisasi sekitar 15 hari.

Harapannya, pada bulan Januari ini, struktur organiasi perangkat daerah sesuai PP 18 tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah, sudah bisa dilengkapi. “Pokoknya Januari ini kita harapkan semua sudah terisi,a�? tegasnya.

Untuk diketahui, masih tersisa sepuluh jabatan lowong. Delapan diantaranya posisi eselon II. Sisanya, yakni untuk jabatan staff ahli. Sementara saat ini sejumlah SKPD yang belum memiliki kepala, masih menggunakan Pelaksana Tugas (Plt) untuk proses kelancaran administrasi organisasi.

a�?Ada Asisten ada juga beberapa sekdis yang ditunjuk untuk jadi Plt sementara. Dan sudah ditunjuk pak wali,a�? tandasnya. (zad/yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka