Ketik disini

Pendidikan

Semoga Sekolah Swasta Bangkit

Bagikan

MATARAM a�� Peralihan kewenangan SMA/SMK ke tangan provinsi memberi angin segar bagi sekolah swasta dalam menerima siswa baru. Perpindahan tanggungjawab ini diharapkan mampu membuat sekolah swasta bangkit dari keterpurukan. a�?Selama ini kita dibuat mati karena kebijakan,a�? tegas Abdul Majid, salah seorang guru SMA Hangtuah 3 Mataram, kemarin (3/1).

Majid membeberkan, selama ini sekolah swasta hampir dibuat mati karena kebijakan diterapkan Kota Mataram pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sebut saja sistem Bina Lingkungan (BL) diterapkan pemerintah Kota Mataram tidak pernah berjalan dengan baik. a�?Sistem BL dipenuhi dengan titipan,a�? ujar dia.

Ia menyebutkan, lihat saja siswa yang masuk melalui jalur BL banyak dari luar kota Mataram. Sekolah yang menerapkan dobel sif ini tidak lepas karena titipan melalui sistem BL. Mestinya kata dia, sekolah harus menerima siswa sesuai dengan jumlah ruang belajar. a�?Ini semua siswa diterima,a�? ucap dia

Kini lanjut Majid, A�dengan perpindahan kewenangan ini diharapkan ada pemerataan jumlah siswa di sekolah, baik negeri maupun swasta. Ini harus dilakukan dengan menghapus sistem BL.

Sesuai dengan pembahasan dilakukan Dikpora NTB ketika H Rosiady Sayuti menjabab Kadis, akan mendukung sistem BL dihapus. Jika itu dilakukan maka sekolah swasta dan negeri akan bersanding meningkatkan mutu pendidikan.

Sebaliknya, jika tidak ada perubahan dalam sistem PPDB maka sama dengan bohong. Percuma ada peralihan kewenangan jika tidak ada keberpihakan sekolah swasta. a�?Jika sistemnya sama seperti dikelola kota Mataram maka sama halnya dengan bohong,a�? kata dia.

Terpisah, Kepala SMA Saraswati Kota Mataram Komang Sukertiasih mengatakan, aturan PPDB harus jelas. Namanya BL ada dimana-mana. Tapi ada peresentasenya. a�?Ini BL semua siswa diterima. Ini kan sama dengan sistem bohong-bohongan,a�? kata dia.

Ia menjelaskan, sistem BL ini bukan hanya mematikan sekolah swasta. Tapi, mengajarkan anak tidak sportif. Lihat saja anak yang nilainya tinggi kadang tidak diterima. Ini menjadi cerita dari mulut ke mulut. a�?Kok anak saya yang nilainya tinggi tidak diterima. Sedangkan dia yang lebih rendah diterima,a�? ucap dia. A�a�?Ini kan membuat image tidak baik kepada anak,a�? imbuh dia.

Selain itu, akan mengurangi motivasi belajar siswa. Pasalnya, siswa punya bekingan dalam PPDB. Sehingga, ia tidak belajar pada UN akan tetap diterima pada sekolah yang diinginkan.

Ia menambahkan, sistem BL ini juga membuat ruang ruang belajar di seolah swasta mubazir. Sebut saja, SMA Muhammadiyah, SMA Sarawati, SMA Nasional memiliki ruang kelas cukup banyak. Tapi yang digunakan hanya beberapa.(jay/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka