Ketik disini

Bima - Dompu

Hilangkan Trauma Korban Banjir dengan Dongeng

Bagikan

MATARAM – Sekitar 1760 orang korban banjir bandang Bima mengikuti trauma healing yang diadakan Tim Trauma Healing NTB. Para relawan ini berasal dari berbagai latar belakang, seperti psikolog, story teller, tim creative gamers, relawan guru, dan ahli gizi.

Dengan mengambil tema “Berbagi Cahaya dan Ceria untuk Bima” tim mengadakan berbagai macam permainan dan hiburan bagi korban banjir, khususnya anak-anak. Kegiatan trauma healing ini diselingi dengan pembagian hadiah dan paket bantuan untuk sekolah berupa alat tulis. Kegiatan ini masuk dalam bagian healing, dengan tujuan mempercepat terbentuknya motivasi anak untuk masuk sekolah beberapa hari kedepan.

Trauma healing diadakan di beberapa tempat di Kota Bima seperti SD IT Insan Kamil, Baitul Hamid, Masjid An Nur, Masjid Sultan, Masjid Muhajirin Tolobali, Kampung Ranggo Kampung NaE, Sarae SD 12 Kobi,Mpunda Pena Toi, Pos Dara ditambah di Bara Timur sehingga total yang ikut 1.760 orang.

Kordinator Umum Tim Trauma Healing NTB Herman Husdiawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan mempercepat pemulihan dan recovery, khususnya pada korban yang mengalami trauma pasca bencana, sehingga lebih cepat beradaptasi dan beraktivitas normal kembali.

a�?Therapeutic story telling adalah salah satu sarana efektif yang digunakan untuk menghilangkan rasa traumatik itu,a�? A�kata pendongeng yang akrab disapa Kak Wawan ini.

Selain story telling, kepada korban juga diberikan ragam pendekatan healing yang lain seperti drawing therapy, art therapy, konseling terapeutic, konseling katartik, relaksasi, hipno therapy, music therapy, dan berbagi treatment lainya. Ragam terapi healing tersebut diberikan kepada anak, remaja, orang dewasa hingga lansia yang disampaikan dengan sangat interaktif dan menyenangkan.

Tidak hanya anak-anak, orang tua juga diajak untuk menterapi diri sendiri dan menterapi anak jika putra putrinya memiliki gejala trauma tertentu. Hal ini dirasakan sangat bermanfaat oleh korban, karena skill yang diajarkan praktis dan aplikatif.

Koordinator Psikolog Tim Trauma Healing NTB Lalu Yulhaidir yang juga pengurus Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) NTB mengatakan, kegiatan trauma healing tahap I bertujuan untuk melakukan pemeriksaan psikologis tahap awal. Kegiatan ini juga A�sambil memberikan beberapa teknik healing sederhana bagi para korban untuk mengurangi trauma akibat banjir bandang.

Kegiatan trauma healing ini tidak hanya berhenti pada tahap I saja, namun dibutuhkan pendampingan lanjut hingga beberapa bulan ke depan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya post traumatic syndrom disorder yang kerapkali dirasakan para korban setelah beberapa pekan terjadinya bencana.Apalagi banjir bandang Bima merupakan yang terbesar dalam 25 tahun terakhir ini membawa dampak psikologis yang besar, khususnya bagi anak-anak dan orang tua. (ili/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka