Ketik disini

Selong

Sisa Teh Akan Ungkap Kematian Suaidi

Bagikan

SELONG – Kematian Kepala Dusun Dasan Petung Desa Kotaraja HM Suaidi masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Kematian guru BK di SMKN 1 Kotaraja ini dinilai tak wajar setelah diduga keracunan akibat minum teh. Kini, pihak Polsek Sikur akan membawa sisa minuman teh untuk di uji di laboratorium forensik di Bali.

“Kami sudah koordinasikan dengan BPOM di Mataram. Di sana (BPOM, Red) kami ingin mengetahui apakah tehnya kedaluarsa atai tidak. Sementara untuk mengetahui kandungan tehnya beracun atau tidak itu harus di uji di labfor dulu,” kata Kapolsek Sikur AKP Saogi Angsar kepada Lombok Post kemarin (4/1).

Laboratorium forensik Polri terdekat ada di Denpasar, Bali dan Surabaya. Bali dipilih karena dinilai yang terdekat. Hasil uji laboratorium forensik diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari. “Kami usahakan secepatnya,” ucapnya.

Kapolsek juga mengungkapkan semua pihak telah diperiksa termasuk tiga orang tamu yang bertandang ke rumah HM Suadi saat peristiwa itu terjadi. Dari keterangan tiga orang tamu tersebut, mereka mengaku rekan bisnis korban. Ketiganya datang karena ada urusan dengan korban yang belum diselesaikan.

Selain itu, dari keterangan keluarga, pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa korban memiliki penyakit kolesterol.

“Iya, memang benar beliau mengidap penyakit kolesterol,” kata Siti Zahrah, istri almarhum HM Suaidi dihubungi Lombok Post kemarin.

Zahrah kini sedang menunggu informasi dari pihak kepolisian terkait penyebab meninggalnya sang suami. “Apa penyebabnya kami pihak keluarga berharap bisa segera mengetahuinya,” akunya.

Almarhum HM Suaidi meninggal setelah diduga minum teh saat menerima tiga orang tamu di rumahnya. Dari pengakuan keponakan yang mengantarkannya HM Suaidi Puskesmas Kotaraja, di mulutnya terdapat busa. Ia meninggal dalam perjalanan menuju RSUD R Soedjono Selong Senin (2/1) lalu. Kini kematian kadus ini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka