Ketik disini

Pendidikan

Tax House Mitra Nata Akan Gelar Workshop Perpajakan

Bagikan

MATARAMA�a�� Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak Tax House Mitra Nata akan mengadakan workshop perpajakan 2 Februari mendatang. Workshop yang rencananya akan digelar di Hotel Grand Madani mengangkat A�tema a�?Mudah menyusun SPT PPh orang pribadi pasca tax amnestya�?.

Direktur Training Tax House Mitra Nata Hersona Bangun mengatakan, dikeluarkannya peraturan dirjen pajak nomor 17 tahun 2015 tentang norma penghitungan penghasilan neto sebagai pengganti keputusan direktur jenderal pajak 536 tahun 2000 menjadi persoalan sendiri bagi wajib pajak.

Peraturan ini akan diterapkan pada SPT PPh orang pribadi (OP) 2016. Secara umum kata dia, terdapat peningkatan tarif norma. Seperti dibidang jasa hukum, dokter, pekerja seni dan notaris. Salah satu kewajiban harus ditunaikan wajib pajak orang pribadi. a�?Yakni melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) orang pribadi 2016 paling lambat 31 Maret 2017,a�? sebut dia.

Ia menjelaskan, beberapa kelompok wajib pajak orang pribadi perlu mencermati kembali SPT dilaporkanya. Sehingga terhindar dari berbagai sanksi perpajakan. Upaya-upaya melakukan berbagai tindakan kecurangan tampaknya sudah mulai tertutup karena Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat menggali informasi terkait sumber penghasilan dan aset dimiliki wajib pajak. Oleh karena itu, wajib pajak harus menyajikan SPTnya dengan benar, lengkap, dan jelas.

Kalangan profesional seperti dokter, notaris, akuntan, pengacara, arsitek, artis, dosen. Dan A�pemilik usaha yang terlihat ramai seperti pengusaha restoran, bakpia, atau kos-kosan akan menjadi target dalam menggali potensi pajak. Kelompok ini harus mulai memikirkan untuk melaporkan seluruh penghasilannya dengan benar. a�?Tidak sekedar penghasilan saja, kepemilikan harta dan hutang juga merupakan informasi yang harus disajikan dengan benar untuk menghindari risiko tidak diinginkan,a�? kata dia.

Untuk dapat terhindar dari berbagai sanksi perpajakan, pihaknya akan mengadakan workshop cara mudah menyusun SPT pajak penghasilan (PPh) untuk wajib pajak orang pribadi. Beberapa tema inti akan disampaikan. Diantaranya, penghitungan pajak dari seluruh penghasilan diterima. Penghasilan bebas pajak. Penggabungan penghasilan istri, dan penyajian harta atau hutang beserta konsekuensinya.

Ia mengatakan, masyarakat wajib dipahami kepemilikan NPWP sendiri oleh istri yang dapat mengakibatkan penghasilannya digabung dengan penghasilan suami. a�?Ini menyebabkan pajaknya bertambah,a�? ujar dia. Oleh karena itu lanjutnya, peran pusat pendidikan dan pelatihan pajak akan mengadakan workshop.

Ia menuturkan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman perpajakan PPh orang pribadi serta tata cara penyusunan SPT PPh OP baik secara manual maupun e-SPT. Selain itu, memperkenalkan penggunaan e-nilling dan e-SPT PPh orang pribadi. Peserta juga diberikan kesempatan diskusi mengenai penyusunan SPT PPh orang pribadi setelah tax amnesty. A�a�?Kegiatan ini akan dapat memahami aspek perpajakan PPh OP secara konseptual maupun teknis praktis,a�? ucap dia. (jay)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka