Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Waspadai Empat Risiko Inflasi

Bagikan

MATARAM – Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB meminta pemerintah mewaspadai ada empat risiko inflasi pada tahun ini. Jika risiko inflasi ini bisa diantisipasi BI memprediksi inflasi NTB tahun ini berada sebesar empat plus minus satu persen.

Kepala BI Perwakilan NTB Prijono menjelaskan risiko pertama yang harus diperhatikan adanya anomali cuaca yang dipekirakan mempengaruhi produksi komoditas holtikultura seperti bawang, cabai, tomat.

“Risiko pertama ini bisa meningkatkan inflasi,” jelasnya.

Risiko kedua rencana kenaikan tarif cukai rokok yang akan meningkatkan inflasi. Risiko ketiga meningkatnya permintaan masyarakat seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB yang akibatnya bisa meningkatkan inflasi. Risiko terakhir adanya penyesuaian tarif adminstrered price baik itu BBM, elpiji, listrik seiring dengan fluktuasi harga minyak dunia.

”Kalau risiko keempat ini bisa meningkatkan atau menurunkan inflasi,” terangnya.

Proyeksi inflasi 2017 ini juga melihat infografis inflasi NTB pada Desember 2016. Di mana tekanan inflasi NTB Desember 2016 meningkat yang didorong kebutuhan masyarakat saat Maulid Nabi Muhammad SAW dan libur akhir tahun. Tercatat inflasi NTB Desember 2016 pada posisi 0,63 persen, di mana ini lebih tinggi dari inflasi secara nasional yang ada pada posisi 0,42 persen.

”Lima komoditas yang menyumbang inflasi di NTB pada Desember 2016 diantaranya beras, kue kering, bawang merah, cabai rawit, dan ikan tongkol,” tuturnya.

Meningkatnya tekanan inflasi NTB Desember 2016 didorong oleh inflasi volatile. Ini karena banyaknya permintaan untuk maulid dan akhir tahun.

”Curah hujan yang tinggi turut berdampak pada gangguan produksi tanaman hortikultura,” tandasnya. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka