Ketik disini

Giri Menang

Awas, Penjahat Makin Ganas

Bagikan

GIRI MENANG – Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, angka kejahatan di Kabupaten Lombok Barat semakin mengkhawatirkan. Masyarakat pun diminta lebih waspada.

Kapolres Lobar AKBP I Wayan Jiartana melalui Kabag Ops Polres Lobar Kompol Fauzan Wadi mengaku angka kejahatan di Lobar memang naik dalam kurun waktu setahun terakhir. “Dalam catatan kami memang meningkat,” terangnya.

Peningkatan kasus kejahatan ini juga dibarengi dengan meningkatnya jumlah penanganan atau penyelesaian kasus. Setidaknya, Satreskrim Polres Lobar pada tahun 2016 mencatat kasus kejahatan yang terjadi sebanyak 976 kasus. Dibanding tahun 2015, angka tersebut jauh lebih tinggi yang hanya mencapai 504 kasus.

Selain itu, jika di tahun 2015 lalu kasus yang mampu diselesaikan sebanyak 301 kasus atau sekitar 59,72 persen. Pada tahun 2016, Polres Lobar mampu menyelesaikan kasus sebanyak 62,19 persen.

Dijelaskan Fauzan, dari seluruh kasus yang ditangani, ada beberapa kasus yang bisa dikatakan mendominasi. Seperti kasus kejahatan konvensional sebanyak 926 kasus, kejahatan transaksional sebanyak 43 kasus, dan kasus kejahatan terhadap kekayaan negara sebanyak 5 kasus. “Untuk kasus kejahatan kontijensi terdata nihil,” katanya.

Sedangkan terkait kasus-kasus yang menonjol sepanjang tahun 2016, mantan Kapolsek Sekotong ini mengatakan ada peningkatan sebanyak 59 kasus atau 17,77 persen. Rinciannya, 332 kasus yang menonjol di tahun 2016 dan 273 kasus di tahun 2015.

Untuk kasus-kasus yang menonjol tersebut didominasi oleh kasus Curat sebanyak 98 kasus, Curas sebanyak 44 kasus dan Curanmor sebanyak 66 kasus. ”Untuk penyelesaiannya terjadi penurunan yakni sebesar 5,86 persen,” jelasnya.

Sedangkan terhadap kasus narkoba, tercatat pada tahun 2016 Polres Lobar menerima sebanyak 43 laporan. Namun dari jumlah laporan tersebut, yang mampu diselesaikan sebanyak 37 kasus.

Lalu apa upaya kepolisian menangani dan menanggulangi peningkatan kasus-kasus ini? Periwira dengan satu melati di pundak ini mengatakan, pihaknya akan lebih mengintensifkan pendekatan ke masyarakat.  Kemudian akan lebih memaksimalkan lagi peran Babinkamtibmas di setiap desa. Serta menghidupkan kembali Siskamling. “Kita juga akan terus meningkatkan patroli di titik-titik rawan,” tandasnya.

Namun terlepas dari itu, diharapkan kerja sama dari masyarakat untuk dapat bersama-sama melakukan penanggulangan kejahatan. Sebab dari banyak kasus yang terjadi, ada kecenderungan para korban kejahatan bersikap lalai. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka