Ketik disini

Praya

Bau Nyale Digelar 16-17 Februari

Bagikan

PRAYAA�– Para pemangku adat Sasak di Lombok Tengah (Loteng), akhirnya memutuskan ritual bau nyale di pantai Seger Desa Kuta, Pujut digelarA� pada 16-17 Februari mendatang. Kegiatan tahunan itu pun, bertajuk Pesona Putri Mandalika.

a�?Alhamdulillah, setelah melalui diskusi panjang. Kita sudah memutuskan penentuan tanggal 20, bulan 10 penanggalan Sasak,a�? kata Kepala Dinas Budpar Loteng HL Muhammad Putrie, kemarin (5/1) saat memimpin rapat di pantai Seger.

Pantauan Lombok Post, perdebatan panjang sempat terjadi antar pemangku adat, ada yang menginginkan pelaksanaan bau nyale pada 15-16 Februari, ada pula 16-17 Februari dan 17-18 Februari. Tiga pilihan itu pun, kemudian disatukan melalui tinjauan papan warige (papan penanggalan Sasak) dan ritual lainnya.

A�Ritual yang dimaksud meliputi, ritual geni atau api. Ritual tersebut dilakukan untuk menghindari bencana kebakaran, saat pelaksanaan bau nyale dilokasi acara. Kemudian, ritual samudra yaitu, upaya untuk menenangkan air laut. Terakhir, ritual marute atau angin.

A�Perlengkapan yang disediakan, seperti kemenyan, bawang putih, bawang merah, sabut kelapa, dicampur beras kuning, dan beras putih serta kain putih berurukan satu meter. a�?Hasilnya, kita prediksikan nyale tunggak akan muncul pada Jumat pagi, 17 Februari mendatang,a�? katanya. a�?Sedangkan, nyale poto pad a 15-16 Maret mendatang,a�? lanjut Putrie.

A�Sebagai salah satu pemangku adat Sasak, pihaknya menekankan bahwa, sejak rapat penentuan bau nyale, pemerintah tidak pernah melakukan intervensi. Kecuali, menyangkut urusan hiburan.

a�?Keinginan Bapak Bupati beliau akan mengundang Band Noah dan Master Limbad,a�? bebernya.

A�Pelaksanaan hiburan pun, tambah Putrie akan menunggu keputusan bupati. a�?Kalau berbicara leganda, kapan dan dimana nyale ini pertama kali muncul, sudah tertuang dalam perjalanan Putri Mandalika,a�? sambung pemangku adat Sasak lainnya H Yakum.

Nyale atau cacing laut itu sendiri, kata Yakum tidak saja dijumpai di pantai Seger atau pantai di wilayah selatan Loteng. Tapi, seluruh kabupaten/kota di Indonesia, bahkan dunia. Hanya saja, di Gumi Tatas Tuhu Trasnalah yang memiliki dan memegang legenda awal mula munculnya nyale tersebut.

a�?Setiap bulan, nyale tetap muncul di luat. Tapi, ada bulan dan hari tertentu, yang biasanya di tunggu-tunggu masyarakat,a�? kata Yakum.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka