Ketik disini

Bima - Dompu

Bima Masih Kota Sampah

Bagikan

BIMA – Bima belum pulih benar. Kota Bima ini bahkan masih seperti ktoa sampah. Mengingat banyaknya sampah yang belum tertangani menyusul terjangan banjir bandang yang merendam nyaris seluruh kota tiga pekan lalu.

Upaya pembersihan kota terus dilakukan tiada henti. Namun, banyaknya sampah menjadikan upaya pembersihan belum menjangkau seluruh titik. Sedikitnya, seribu prajurit telah dikerahkan untuk aksi reresik ini.

Pantauan koran ini di Kota Bima, setidaknya baru 65 persen sampah yang telah berhasil dibersihkan. Tiap hari 55 truk sampah dikerahkan. Namun, belum mampu memerangi sampah yang sudah mulai membusuk akibat terendam banjir itu.

Semula dikerahkan 75 truk. Namun, karena untuk masuk ke tempat pembuangan sampah harus antre, akhirnya dikurangi 20 truk. Kalau terlalu banyak tidak efektif.

Di setiap mulut gang, nampak tumpukan sampah yang sudah mulai mengeluarkan bau yang kurang sedap. Sampah itu dikeluarkan aparat TNI yang menggelar kegiatan bhakti sosial di sana.

Anggota TNI yang dikerahkan untuk memerangi sampah dan lumpur di Bima didatangkan dari seluruh NTB. Juga mendapat bantuan pasukan Marinir dan Kostrad serta anggota TNI AU. Mereka dibagi beberapa kelompok.

Kodim Bima, misalnya, bertugas untuk membersihkan sarana umum, seperti sekolah dan puskemas. Mereka dibantu oleh Kodim Dompu dan Kodim Sumbawa.

Satu tim anggotanya 21 personel. “Anggota saya 21 Personil yang bertugas untuk membersihkan sekolah dan puskesmas,” cerita Serda Chairun, anggota Koramil Dara yang kemarin sedang membersihkan Madrasah Tsanawiyah (MTs) A�Negeri 1 Bima. Mereka dibantu PMI dan guru serta karyawan sekolah yang muridnya 1.028 orang itu.

Pasukan yang dikendalikan Serda Chairun yang sudah 15 tahun dinas di Bima ini, mendapat jatah 5 sekolah dan puskesmas di wilayah Koramil Dara.

Sementara itu, sepanjang jalan di Kota Bima, nampak tumpukan sampah yang dikeluarkan warga dari halaman rumahnya menumpuk. Sebanyak 55 truk yang hilir mudik untuk membuang sampah di TPA Oimbo dan TPS Ama Hami, belum mampu menanggulangi sampah yang terus menggunung.

Di sepanjang jalan yang menuju Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kelurahan Sarae, misalnya, penuh dengan sampah rumah tangga. Ada kursi sofa, kasur, bantal, pakaian dan lainnya. Begitu juga di Gilipanda, Salama, dan Kampung Bara.

Untuk mempercepat proses penanggulangan sampah, kemarin malam telah didaratkan 1 SKK atau 100 prajurit Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB), Yon Zipur Divisi 2 Kostrad yang bermakas di Malang.

Mereka diangkut KRI Teluk Bentuni dengan membawa berbagai jenis peralatan kerja. Seperti 5 unit dump truck, 2 unit eskavator, dozer D3 dua unit, mobil penjernih air dan lainnya.

Pasukan yang dipimpin Wadanyon Zipur-2 Kostrad, Mayor Zeni Yusup ini, langsung mulai melaksanakan kegiatan lapangan kemarin. Diharapkan dengan kehadiran 100 prajurit zeni ini, dapat mempercepat proses pembersihan Kota Bima.

Tanggap Darurat Diperpanjang

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Muhammad Rum memastikan Kota Bima belum sepenuhnya pulih. Masih ada beberapa masalah seperti pendidikan, sampah, kesehatan, pengungsi dan lainnya yang harus diselesaikan.

Itu sebabnya kata dia, tim penanggulangan bencana banjir Bima akhirnya memperpanjang masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan, dari tanggal 6-19 Januari. “Sesuai hasil rapat koordinasi, tim memutuskan memperpanjang 14 hari,” kata Rum, kemarin (5/1).

Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, ada beberapa pertimbangan perpanjangan masa tanggap darurat. Antara lain untuk mempermudah kegiatan pembersihan serta masih terdapatnya permasalahan penanganan pengungsi.

Perpanjangan masa tanggap darurat juga akan memberikan kemudahan akses bagi tim klaster untuk memperoleh dukungan bagi penuntasan target masing-masing klaster. “Klaster pendidikan masih ada sekolah yang membutuhkan penanganan khusus,” katanya.

Fasilitas pendidikan masih banyak yang rusak. Para pelajar yang terdampak sebagian masih mengalami trauma dan belum memiliki perlengkapan sekolah untuk belajar.

Untuk klaster kebersihan, masalah sampah masih belum dapat dituntaskan. Kondisi drainase yang dangkal dan tertutup sampah sehingga setiap hujan lebat langsung terjadi genangan. Masih ada kendala daya tampung tempat pembuangan sampah yang sudah tidak cukup mengingat besarnya volume sampah yang dihasilkan akibat banjir bandang.

Untuk klaster kesehatan akan terus melayani masyarakat yang terdampak. Sebanyak 3.270 rumah sudah dilakukan kaporisasi dari 15.900 rumah terdampak.

Saat ini masih ada 900 jiwa pengungsi di 9 titik pengungsian. Namun, seringkali pengungsi fluktuasi. Hal ini dikarenakan trauma yang masih dialami masyarakat, sehingga setiap terjadi hujan deras masyarakat banyak yang kembali ke posko pengungsian.

Kementerian PU Pera dan Dinas PU telah selesai membangun jembatan darurat Kodo sehingga dapat digunakan untuk lalu lintas. Kondisi sungai-sungai dangkal pasca banjir dan mudah meluap kembali jika hujan deras. Perlu ada penanganan normalisasi sungai.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, diputuskan bahwa masa tanggap darurat akan diberlakukan hingga tanggal 19 Januari 2016. BNPB terus memberikan bantuan kepada BPBD dalam penanganan darurat.

Kepala BNPB bersama Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB masih di Kota Bima untuk menyiapkan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi yang direncanakan akan dilakukan rapat koordinasi pada Jumat besok.

Pemulihan perlu segera dilakukan mengingat dampak banjir di Kota Bima yang besar. Tercatat kerusakan rumah meliputi 229 unit rumah hanyut, 716 unit rusak berat, 739 unit rusak sedang, dan 17.706 unit terrendam. Kerusakan fasilitas kesehatan meliputi 63 rusak terdiri dari Puskesmas 4 unit rusak berat, Pustu 29 unit rusak berat, polindes 29 unit rusak berat dan Labkesda 1 unit rusak berat.

Begitu pula kerusakan fasilitas pendidikan terdiri dari 27 rusak terdiri dari SD 18 unit rusak berat, SMP 5 unit rusak sedang, dan SMA/SMK 4 unit rusak sedang. Sedangkan kerusakan infrastruktur meliputi jembatan 9 rusak, jalan dalam kota 40 km rusak, 5 PDAM rusak berat dan 1 DAM rusak sedang. (Mohammad Nasaruddin Ismail/ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys