Ketik disini

Dialog Jum'at

Khusnul Khatimah

Bagikan

Assalaamua��alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah penguasa jagat raya ini atas semua nikmat dan karunia-Nya, terutama sekali nikmat iman dan islam. Selawat dan salam kepada Rasulullah saw, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Pembaca Rahimakumullah

Salah satu doa yang selalu kita mohon kepada Allah azza wa jalla ialah agar kita meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, yaitu mengakhiri hidup kita dalam keadaan iman dan islam. a�?Jangan kamu mati kecuali dalam keadaan islam.a�?

Mati dalam iman dan islam merupakan kematian yang paling membahagiakan semua keluarga, sahabat, dan siapa saja. Karena mati dalam hhusnul khatimah memberikan gambaran kepada kita akan tertutupnya masa gelap seluruhnya, kekelaman yang lewat sama sekali akan tertutup olehnya, dan terbentanglah hamparan kebenderangan, kelapangan, kebahagiaan yang tiada terhingga. Amin.

Untuk mengakhiri hidup ini agar dapat meraih khusnul khatimah selain tetap berdoa dan berdoa, kita harus tetap waspada bahwa diri kita dipastikan dalam kebaikan. Setiap kita mengetahui kebaikan itu sangatlah mudah dan tidak memerlukan ilmu yang tinggi, karena kita dapat memperolehnya dari pembicaraan sehari-hari yang telah beredar luas dari masyarakat, seperti salat, bersadaqah, menolong orang, mengaji, membela kebenaran, membela Alquran dan lain-lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Begitu pula sebaliknya, apa yang diklasifikasikan ke dalam kejahatan dan kejelakan, semua orang dapat mengetahuinya dengan sangat mudah, seperti mencuri, menyakiti orang, zina, mabuk-mabukan, korupsi, menghina Alqura��an, berteman setia dan mengangkat orang luar islam menjadi teman dekat atau pemimpin kemudian membela mereka, dan lain-lain.

Semua itu adalah tidak baik atau suatu kejahatan. Bila kita tahu bahwa hal itu tidak baik, maka jangan sekali-kali kita ikut membelanya. Sebab, kita tidak mengetahui persis kapan kita mengakhiri hidup ini yang dapat saja terjadi pada saat dimana perbuatan jelek itu kita kerjakan, nauzubillah.

Karena itu, setelah jelas gambaran tentang khusnul khatimah dan sua��ul khatimah, maka peran iman itu sangat mempengaruhi orang pada saat ia meninggal dunia, demikian pula dengan amal-amal salihnya, baik yang berkaitan dengan ibadah mahdah-nya ataupun yang merupakan ibadah sosial atau yang berkaitan hubungannya dengan manusia, binatang, dan lingkungan. Di antara hubungan sosial tersebut adalah hubungannya dengan ibu-bapaknya, karena keridhaan Allah swt sangat berkaitan dengan keridhaan orang tuanya. Karenanya, harus diusahakan oleh kita keridaan mereka berdua, dan harus menjauhkan kutukan mereka.

Dalam mengakhiri hayat kita dengan khusnul khatimah, seseorang hendaknya melepaskan egonya, karena selama ada egoisme, maka orang tidak akan pernah menyalahkan dirinya. Tapi sebaliknya selalu merasa benar dan membenarkan perbuatannya, lebih-lebih apabila anggapannya itu diperkuat oleh pihak ketiga, atau apalagi diperkuat lagi dengan dukungan uang, janji, jabatan, dan fasilitas lainnya. Dalam keadaan seperti itu, mata menjadi gelap dan lebih lagi adalah hatinya, bila mata dan hati telah buta, maka tidak ada yang lahir dari dirinya kecuali kejahatan dan kejahatan secara beruntun, dan tidak berakhir kecuali datangnya kematian.

Sebab itu, pendampingan seorang terutama keluarga dekat untuk mendampingi seseorang pada saat akan meninggal untuk membisikkan kepadanya kalimah tauhid, semoga mengakhiri hidupnya dengan kalimat Laa ilaha illallah, karena orang yang dapat mengakhiri hidupnya dengan kalimah suci tersebut akan masuk ke dalam surga dan sekaligus sebagai indikasi khusnul khatimah, amin.

Satu hal yang pengasuh tekankan pad diri saya sendiri, bahwa apabila ada orang-orang yang telah dijelaskan oleh majelis ulama akan kekeliruannya karena menghina Alquran, maka saya yakin kepada keputusan MUI tersebut. Sebab, saya yakin MUI tidak akan gegabah dalam memutuskan perkara, tetapi pasti lewat musyawarah dan dengan data-data yang akurat.

Dan saya sangat sedih bila ada umat Islam yang membela orang yang dinyatakan oleh MUI telah menodai Alquran. Lebih-lebih apabila pelakunya non muslim, dan yang lebih menyedihkan lagi orang-orang tersebut memakai pakaian yang bercirikan khusus Islam seperti jubah, songkok putih dan jilbab bagi wanita, dengan bangga membela non muslim yang oleh MUI dinyatakan menghina Alquran. Di sisi lain kita belum pernah menemukan orang non muslim akan membela umat Islam dan kepentingan umat Islam. Tentu hal ini menjadi pekerjaan besar kita. Wassalam. A�(r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys