Ketik disini

Giri Menang Headline

Pak Kades, Mundur Saja!

Bagikan

GIRI MENANG – Puluhan warga Desa Terong Tawah menggelar aksi demo di depan kantor desa setempat, kemarin (5/1). Mereka menuntut Kades Terong Tawah Sahirpan melepas jabatannya secara sukarela. Jika tidak, mereka mengancam akan melakukan aksi terus-menerus, sampai permintaan mereka dipenuhi.

Perwakilan massa Tohri mengatakan, komitmen masyarakat Terong Tawah tidak ingin dipimpin oleh kades yang terjerat kasus narkoba. Ia tidak ingin narkoba di Terong Tawah semakin merajalela. Karena itu, mereka meminta secara baik-baik sang kades melepas baju dinasnya.

”Ingat narkoba musuh agama dan negara. Kami sebagai masyarakat Terong Tawah malu mempunyai pemimpin yang mengkonsumsi narkoba,” kecamnya.

Dikatakan, pemimpin seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Namun dengan kabar sang kades memakai narkoba, telah menciderai nama baik Terong Tawah yang dikenal memiliki sejumlah pondok pesantren.

“Kalau kades tidak bisa memberikan contoh yang baik. Bagaimana masyarakat yang dimpimpinnya,” sesalnya.

Terlebih lagi, kekecewaan warga lanjut Tohri, sang kades telah berjanji akan mengundurkan diri apabila terbukti positif menggunakan narkoba. Janji tersebut kata dia, pernah diucapkan di depan Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid dan Camat Labuapi.

Tohri pun mengancam, jika tuntutan mereka tidak direspon, ia berjanji akan mengerahkan massa yang lebih banyak. Bahkan tidak akan berkoordinasi lagi dengan aparat keamanan. “Ini malah dia menunjukkan uji lab yang tidak memliki integritas. Menurut kami itu hanya pembelaannya saja,” katanya.

Warga tiba dilokasi sekitar pukul 09.30 Wita. Pantaun di Lokasi, bermodalkan pengeras suara yang dibawa menggunakan mobil pick up, warga memulai orasi, menyuarakan tuntutan agar sang kades melepaskan jabatannya. Selain speaker, massa juga membawa poster dengan beragam tulisan yang meminta Kades Terong Tawah Sahripan mundur.

Penjagaan ketat dilakukan oleh sejumlah personil kepolisian. Sekitar satu jam melakukan orasi, massa yang tak kunjung mendapat respons diminta membubarkan diri oleh Kapolsek Labuapi Iptu Sugeng Aristo. Sugeng meminta warga menyampaikan aspirasi ke pemerintah kabupaten.

Menurut Kapolsek, belum ada bukti resmi yang menunjukkan urin yang dinyatakan postif oleh BNNP NTB tersebut milik Kades Terong Tawah Sahirpan. Massa sempat tersulut emosi mendengar perkataan Kapolsek. Namun karena diberikan pemahaman, akhirnya mereka pun melanjutkan aksinya ke kantor Bupati Lobar.

Sementara Ketua BPD Terong Tawah Yek Imam menjelaskan, terkait kasus ini ia tidak berani menanggapi terlalu jauh karena bukan ranahnya. Namun ia pastikan dari informasi yang diterima dari BNN, tidak ada kades yang dinyatakan positif narkoba.

“Kalaupun ada terindikasi (Kades), pasti BNN berkoordinasi dengan saya. Karena kebetulan saya juga ikut mengawal kasus ini,” bebernya.

Imam mengatakan, sepengetahuannya memang telah keluar hasil tes urin sejumlah Kades di Lobar yang dilakukan BNNP NTB tahun lalu. Namun dalam keterangannya, BNNP tidak mencatumkan identitas kades yang dinyatakan postif urin tersebut. “Di sana pun hanya dijelaskan, salah satu kades positif urin karena obat-obatan, bukan narkoba,” tegasnya.

Namun karena terus-menerus terjadi gejolak di Desa Terong Tawah, Imam menuturkan Kades Sahirpan telah mengajukan tes urin ulang ke BNNP NTB. Sayangnya, pihak BNNP menolak. ”Padahal itu sudah ada rekomendasi dari pak Bupati,” tuturnya.

Alhasil, sang kades pun melakukan tes urin secara mandiri di salah satu rumah sakit. Hasilnya negatif. Oleh sebab itu, Imam menyebut kasus narkoba ini sudah dibawa ke isu politik. Ia menduga, ada oknum yang ingin Kades Terong Tawah dilengserkan.

“Kebetulan tadi (demo) adalah orang-orang yang kalah dalam pemilihan kepala desa,” tandasnya.(zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka