Ketik disini

Metropolis

Pelunasan Piutang Molor Lagi

Bagikan

MATARAM – Jumlah dana yang akan ditransfer PT Multi Daerah Bersaing (MDB) atas penjualan enam persen saham pemda di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebesar USD 50 juta. Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing (DMB) Andy Hadianto. Jumlah tersebut menurutnya sudah wajar, karena dalam penjualan saham mereka termasuk rugi. Di mana saham dibeli dengan harga Rp 8,6 triliun sekarang dijual Rp 4,2 triliun.

Secara bisnis rugi, akan tetapi karena ada komitmen bahwa pemerintah akan mendapat USD 50 juta, maka harus dipenuhi. Padahal pemerintah tidak mengeluarkan uang sama sekali, mereka yang beli saham PT Newmont Nusa Tenggara, semua dananya dari PT Multi Capital (PT MC). ”Kalau berapa yang masuk ke kas daerah nanti tunggu rapat umum pemegang saham,” katanya, kemarin (5/1).

Infromasi yang didapatkan, dana pembayaran hasil penjualan tersebut sudah ada di pihak ketiga yani Escrow. Setelah semua kewajiban administrasi dipenuhi oleh PT MC maupun PT Bumi Resources, maka uangnya akan ditransfer ke PT DMB. ”Hanya persoalan administrasi sehingga belum selesai,” ujarnya.

Ia mengatakan rapat umum baru akan dilakukan setelah uang tersebut ditransfer. Saat ini baru Januari dan paling lambat dilakukan pada bulan Juni 2017. Terkait janji transaksi akan dituntaskan per November 2016, Andy menjelaskan tidak bisa dipenuhi secepat itu. Termasuk piutang dividen PT NNT yang belum dibayar PT MDB ke Pemprov NTB sebesar Rp 84 miliar lebih.

”Mudah-mudahanlah di awal Januari ini mereka bisa melunasi kewajiban mereka, terus kita tagih,” katanya.

Andy mengatakan, mengenai pembagi-bagian jatah masing-masing pemegang saham semua akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham. Saat ini ia tidak berani menyebutkan nominalnya. Apakah dana itu nanti akan dialokasikan untuk investasi lagi atau disetor ke kas daerah, semuanya akan diputuskan di rapat umum. ”Saya selaku direktur hanya menjalankan rapat umum pemegang saham,” ujarnya.

Ia menyebutkan, potensi pekerjaan yang akan dikerjakan PT DMB dalam kegiatan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mencapai Rp 300 miliar hingga Rp 1 triliun. Tapi untuk tahap awal ini, akan dipilih dulu mana yang bisa dikerjakan, karena manfaatnya luar biasa terutama bagi warga NTB.

”Ada peluanglah di situ,” katanya.

Jenis pekerjaan cukup banyak, bahkan hingga ratusan jenis pekerjaan yang bisa diambil. Ada konstruksi, penyediaan SDM, dan pekerjaan tambang. Tapi untuk pertambangan masih terlalu berat. ”Masih banyak yang bisa dikerjakan orang NTB di sana, khususnya masyarakat di sekitar tambang,” katanya.

Ia berharap di awal tahun ini sudah ada kepastian jenis pekerjaan apa yang akan diberikan ke PT DMB karena sudah jelas di dalam perjanjian jual beli saham. Pemprov setuju menjual dengan syarat ada komisaris independen yang ditempatkan di PT AMNT. Selain itu, ada pekerjaan yang diberikan kepada PT DMB. Tapi pekerjaan itu adalah pekerjaan yang bisa dikerjakan DMB. Kalau tidak bisa kita kerjakan tidak mungkin juga.

”Sedang kita list apa saja pekerjaan yang bisa kita lakukan di tahun 2017 dan seterusnya,” katanya. (ili/r7)  

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka