Ketik disini

Opini

Pendidikan di Indonesia Bermasalah , Bagaimana Siswanya ?

Bagikan

PENDIDIKAN diIndonesia bermasalah bagaimana ya cara mengubah pendidikan agar tidak mengakibatkan dampak bagi anak didiknya ,namun pada era orde baru ini masih juga banyak anak didik yang sangat cenderung tidak semangat belajar danA� menurunnya hasil belajar siswa tersebut diakibatkan beberapa faktor. Adapun faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri atau kurangnya kesadaran diri terhadap perilakunyaA� adapun faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa (lingkungan siswa itu sendiri) bisa dari lingkungan sekolah bisa juga dari lingkungan masyarakat.

  1. Faktor Internal meliputi :
  2. .Faktor sikap malas

Sikap (attitude) siswa yang positif, terutama pada guru dan mata pelajaran yang diberikan merupakan pertanda awal yang baik bagi proses belajar siswa tersebut. Sebaliknya, sikap negatif siswa terhadap guru dan mata pelajaran yang diberikan dapat menimbulkan kesulitan belajar siswa sehingga ini merupakan faktor menurunnya hasil belajar siswa.faktor sikap banyak mempengaruhi pola belajar anak , lebih menyepelehkan tugas dan banyak mengurangi waktunya dengan bermain yang tidak bermanfaat . Siswa menganggap belajar disekolah hanya suatu kewajiban tanpa didampingi niat dan minat untuk memperhatikan, menerima serta melakukan sesuatu dan kelihatannya, tidak belajar dirumah sudah menjadi budaya .Tugas maupun PR yang diberikan oleh Bapak dan Ibu guru di sekolah sering diabaikan dan tidak dikerjakan, sehingga kemalasan inilah yang menyebabkan hasil belajar siswa menurun.

  1. Faktor waktu

Waktu (kesempatan) berpengaruh sekali terhadap hasil belajar siswa disekolah, dan sebenarnya yang sering terjadi pada siswa bukan ada atau tidak adanya waktu, melainkan bisa atau tidaknya mengatur waktu yang tersedia untuk belajar, karena pada umumnya mereka tidak memanfaatkan waktu dengan baik, suka menunda – nunda pekerjaan , sehingga pekerjaan jadi menumpuk , dan akhirnya pekerjaan mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan dan waktu yang telah ditentukan sehingga hal ini akan sangat mempengaruhi hasil dari pembelajaran tersebut yaitu nilainya akan semakin menurun. Faktor waktu juga berdampak buruk akan pola belajar anak didik , banyak anak didik yang nilai menurun karena hal ini ,akibatnya menyesal kemudian.

  1. Menggampangkan Tugas dan terlalu santai

Masih banyak siswa yang belum memahami fungsi tugas atau PR yang diberikan oleh guru. Kesadaran siswa untuk hal itu masih jauh dari harapan, selalu menganggap gampang atau meremehkan, Sehingga tugas atau PR dikerjakan dengan asal-asalan, tanpa berpikir lebih dulu, akhirnya pekerjaan atau tugas tersebut mengecewakan Bapak dan Ibu guru. Cara belajar siswa juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hasil yang didapatkan. Jika siswa tersebut bisa balajar dengan baik dirumah , maka secara otomatis hasil yang akan dihasilkan oleh siswa akan semakin baik. Meskipun misalnya guru di sekolah tidak mengajar dengan baik, dia akan tetap bisa mengikuti karena dia bisa belajar dirumah sendiri. Pada umumnya anak sering dimanja orang tua, anak hanya dibiarkan bersenang-senang serta membuang – buang waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, akibatnya anak menjadi terlalu santai sehingga kurang dapat memusatkan perhatiannya kepada pelajaran yang seharusnya pada diri anak perlu ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik agar mendukung semangat anak untuk belajar lebih rajin lagi.

Adapun faktor eksternal yaitu faktor yang berada diluar diri siswa atau individu (lingkungan siswa itu sendiri) merupakan penyebab yang sangat penting yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam proses belajar. Lingkungan juga berpengaruh dalam membentuk kepribadian siswa.

Faktor eksternal yang mempengaruhi siswa baik dalam belajar maupun dalam kepribadiannya antara lain:

  1. Faktor lingkungan Keluarga atau orang tua.

Keluarga sebagai salah satu dari tri pusat pendidikan bertugas membentuk kebiasaan-kebiasaan (habit formation) yang positif sebagai pondasi yang kuat dalam pendidikan informal.Lingkungan keluarga merupakan segala kondisi dan pengaruh dari luar terhadap kehidupan dan perkembangan anggota keluarga. Siswa yang lingkungan keluarganya sangat tenang dan tidak gaduh, mengakibatkan anak dapat belajar dengan baik, anak akan selalu Konsentarasi sehingga mudah untuk belajar.Siswa yang lingkungan keluarganya disiplin dan penuh perhatian dari orang tua kepribadiannya lebih baik. Hal itu berpengaruh terhadap sikap dan prestasi siswa.

2.Solusi dalam Mengalami masalah menurunnya prestasi siswa

Sehingga bagi siswa yang mengalami masalah belajar perlu kiranya untuk mendapatkan bantuan dan tentunya sebuah dampingan agar masalahnya cepat teratasi dan proses perkembangan siswapun secara kursial berjalan optimal. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan guru dalam mengatasi masalah belajar pada siswa sekolah dasar adalah sebagai berikut di bawah ini.

  1. Pemberian Pengajaran Perbaikan

Pemberian Pengajaran Perbaikan Bermaksud untuk memberikan penyembuhan atau pembetulan terhadap perolehan hasil belajar siswa yang mengalami penurunan atau kurang memuaskan, dengan tujuan agar siswa dengan pemberian pengajaran perbaikan menjadi lebih baik dari sebelumnya.Pemberian pengajaran perbaikan merupakan pemberian suatu pengajaran kepada siswa atau sekelompok siswa yang mempunyai permasalahan belajar agar permasalahan dan kesalahan yang dihadapi siswa tersebut dalam hasil belajarnya dapat diperbaiki.

Dalam pelaksanaannya, pemberian pengajaran perbaikan disesuaikan dengan jenis, sifat dan latar belakang permasalahan yang dihadapi siswa.Oleh karena itu, pemberian pengajaran perbaikan bersifat lebih khusus dibanding dengan pengajaran pada biasanya. Selain itu, siswa yang mempunyai permasalahan belajar dengan siswa yang mengikuti pelajaran di kelas pada biasanya memiliki sedikit perbedaan, yaitu jika di dalam kelas biasanya, unsur emosionalnya dapat dikurangi, namun sebaliknya, pada siswa yang mempunyai permasalahan belajar memiliki perasaan yang takut, cemas, kadang tidak tenteram, bingung dan bahkan bimbang.

  1. Melakukan Kegiatan Pengayaan

Kegiatan pengayaan adalah suatu bentuk layanan yang diberikan kepada siswa atau sekelompok siswa yang belajarnya sangat cepat.Hal ini bertujuan untuk memberikan tugas-tugas tambahan untuk menambah dan memperluas pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya dalam kegiatan pembelajaran pada sebelumnya. Kegiatan pengayaan diberikan kepada siswa yang cepat belajar, karena siswa yang demikian ini selalu dapat mengerjakan tugasnya dengan cepat dibanding dengan teman-temannya yang lain. Bagi siswa yang memiliki kemampuan tersebut, tentunya akan mempunyai dampak yang positif apabila siswa tersebut diberikan perhatian dan penghargaan atas keberhasilan serta kemampuannya dalam belajarnya tersebut. dengan demikian, siswa tersebut akan berusaha untuk tetap mencapai apa yang dimiliki atas prestasinya. Jika siswa yang memiliki cepat belajar tersebut kurang diperhatikan dan bahkan kurang dihargai, maka siswa tersebut dapat berdampak negatif pada perkembangan selanjutnya, seperti menjadi seseorang yang patah hati, tidak memiliki semangat, jera, dan jengkel.Dari perlakuan yang diterimnya itu, maka siswa ini dapat menimbulkan menurunnya prestasi belajarnya.

  1. Memberikan Peningkatan Motivasi Belajar

Memberikan peningkatan motivasi belajar kepada siswa secara konsisten dan kontinu, merupakan suatu usaha yang harus dilakukan guru kepada siswanya agar siswanya dapat termotivasi untuk lebih giat dalam belajar dan mengikuti pelajaran.Hal-hal yang dapat dilakukan guru yaitu dengan.

  1. Memberikan penjelasan tentang tujuan-tujuan belajar. Siswa akan merasa tertarik untuk mengikuti pelajaran bila siswa dapat mengetahui tujuan yang akan diperolehnya setelah ia mengikuti pelajaran.penjelasan berguna agar para siswanya mengerti apa tujuan mereka belajar,agar tidak menyebabkan kebosanan.
  2. Guru dapat menyesuaikan metode,strategi dan model pembelajaran yang menyesuaikan dengan bakat, minat dan kemampuan siswa.menyesuaikan sesuai bakat siswa contoh bakat sisiwa dalam bidang penjaskes bakat yang dimiliki siswa sesuai dengan bidangnya
  3. Jika diperlukan, guru dapat memberikan hadiah (penguatan) dan hukuman (yang bersifat membimbing ke arah peningkatan siswa) atau bisa memberi sebuah kuis dalam pemebelajaran agar tidak membuat kebosanan .
  4. Guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang nyaman, hangat dan dinamis antara guru dan siswa, siswa dan siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Jangan ada suasana tegang dalam proses pembelajaran(*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka