Ketik disini

Kriminal

Yang penting tidak ditolak istri

Bagikan

MATARAM – Sidang lanjutan mantan Ketua PARFI Gatot Brajamusti dan istrinya Dewi Aminah, digelar Pengadilan Negeri (PN) Mataram, kemarin (5/1). Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ginung Pratidina memberikan tanggapan atas eksepsi terdakwa.

Ginung mengatakan, eksepsi yang diajukan terdakwa melalui kuasa hukumnya dinilai sebagai hal yang terlambat. Sebab, dalam setiap proses pengembangan perkara terhadap terdakwa, yang dilakukan penyidik maupun jaksa, selalu didampingi kuasa hukum.

“Seharusnya diajukan saat praperadilan. Ini kan sidang sudah digelar, pembacaan dakwaan sudah dilakukan,” kata Ginung usai sidang, kemarin (5/1).

Lebih lanjut, keberatan terdakwa mengenai penggeledahan dan penyitaan, tidak berdasar. Sebab, selama proses itu, terdakwa terus didampingi kuasa hukum.

Begitu pula dengan masalah penggabungan barang bukti. Menurut Ginung, tidak ada masalah dengan hal itu. Ini karena, barang bukti yang didapat di Jakarta Selatan, merupakan hasil pengembangan di TKP pertama, di Golden Tulip, Mataram.

“Itu semua kan hasil pengembangan,” ujar dia.

Karena itu, dalam tanggapannya, JPU meminta majelis hakim menolak keberatan yang diajukan Gatot. Hakim juga diminta untuk menetapkan sidang perkara terdakwa, untuk dilanjutkan pada agenda pemeriksaan saksi.

Sementara itu, juru bicara kuasa hukum terdakwa, Irfan Suryadiata mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada majelis hakim.

“Kita sudah sampaikan semua pada eksepsi, jadi ditunggu saja putusannya,” ujarnya.(dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka