Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Unit II PLTU Jeranjang Belum Jelas

Bagikan

MATARAM – Di tengah pencabutan subsidi listrik 900 VA, proyek listrik di NTB masih menyisakan pekerjaan rumah (PR). Memasuki 2017 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang unit II belum beroperasi. Pengerjaan proyek untuk unit IIA� berkapasitas 25 MW itu baru 60 persen.

Deputy Manager Hukum dan Humas PT PLN (Persero) wilayah NTB Fitriah Adriana mengatakan, keputusan untuk kelanjutan proyek PLTU Jeranjang Unit II itu ada di tangan Menteri BUMN. Pasalnya, kata Fitriana, proyek tersebut dikerjakan oleh dua BUMN yakni PT Brata dan PT PLN.

a�?Memang sudah molor sejak lama, nilai kontrak menurut vendor sudah tidak tercover,a�? kata Fitriah, kemarin(5/1).

Dikatakan, kontrak untuk pelaksanaan unit II tersebut tidak menguntungkan. Meski begitu, pihaknya belum mengetahui langkah pemerintah pusat selanjutnya. Dia juga belum bisa memastikan apakah pada 2017 proyek pengerjaannya akan dilanjutkan.

Fitriah menjelaskan ada perubahan kontrak antara vendor dengan kementerian ESDM. Meski PLTU unit II belum beroperasi, namun kapasitas listrik di NTB menurutnya sudah surplus.A� PLTU Jeranjang unit 1 dan unit 3 sebesar 50 MW yang beroperasi saat ini.

Pasokan listrik untuk area Lombok juga ditunjang oleh PLTD dari Kota Mataram hingga Lombok Timur. Terlebih lagi masuknya Mobil Power Plant (MPP) berkapasitas 50 MW. Daya mampu untuk area Lombok sebesar 235 MW dengan beban puncak pemakaian pelanggan 214 MW.

a�?Masih ada surplus 20 MW, pemadaman listrik dilakukan jika ada pemeriksaan jarinngan atau kejadian secara tiba-tiba,a�? papar dia. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys