Ketik disini

Giri Menang Headline

Pejabat a�?Salah Kamara�? Digeser

Bagikan

GIRI MENANG – Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid mengakui jika pada mutasi Selasa (3/1) lalu, ada pejabat ditempatkan tak sesuai kemampuan. Namun dari total 820 pejebat eselon II, III, dan IV yang dimutasi, orang nomor satu di Lobar ini menilai, pejabat salah kamar tak lebih dari 10 orang.

a�?Memang, ada juga yang salah,a�? ungkapnya ketika diwawancara di ruang kerjanya, kemarin (6/1).

Bupati menyebut, melihat waktu persiapan yang relatif mepet, hasil mutasi kemarin merupakan hasil terbaik. Terlepas dari itu, ia berharap agar pejabat baru yang terkena rotasi bisa segera menyesuaikan diri di lingkungan yang baru.

a�?Melakukan kinerja yang lebih baik,a�? katanya.

Diakui bupati, agenda awal mutasi tersebut sebenarnya digelar Kamis (5/1) lalu. Itu setelah adanya surat edaran dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN), bahwa mutasi digelar tanggal 1 Januari 2017. Apabila pengukuhan tidak disegerakan, tunjangan Januari tidak bisa dicairkan.

a�?Akhirnya Senin (2/1) itu, sampai subuh saya bersama Pak Sekda tidak tidur. A�Itu juga kenapa temen-teman anggap tegang saat mutasi, karena saya kurang tidur,a�? jelas mantan Ketua KPU NTB ini.

Sedangkan terkait tidak adanya pejabat yang dinonjobkan, kata bupati ada beberapa pertimbangan. Para pejabat bekerja sesuai aturan dan koridor yang ada, menurutnya layak dipertahankan dan dipastikan tidak akan terkena nonjob.

a�?Selama dia pejabat baik, selama pekerjaannya bagus,a�? tandasnya.

Persoalan mutasi yang digelar Pemkab Lobar Selasa (3/1) lalu diakui bupati cukup menyita perhatian publik. Tidak hanya masyarakat Lobar, bahkan sampai ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota lain. Terbukti dengan sejumlah kalangan penting, turut memberikan kritikan baik melalui media cetak dan media sosial.

Sekda Lobar H Moh Taufiq memastikan, bukan berarti hasil mutasi tersebut para pejabat khususnya eselon II aman. Pada mutasi jilid II yang akan digelar Februari mendatang, ada kemungkinan pejabat a�?salah kamara�? berpotensi digeser.

Sekda menyebut, mutasi kali ini bukan mutasi akhir. Para pejabat di masing-masing SKPD tetap akan evaluasi, enam bulan sekali.

a�?Tidak menutup kemungkinan digeser. Yang salah kamar, salah pasang bisa bergeser,a�? tukasnya. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka