Ketik disini

Sumbawa

Pemda Sikapi Penjualan Gili

Bagikan

SUMBAWA – Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa menyikapi isu penjualan lahan di wilayah Gili Tapan, Desa Labuan Sangoro Kecamatan Maronge. Para pejabat yang terkait dengan masalah ini menggelar rapat khusus.

Asisten Pemerintahan Setda Sumbawa H Muhammad Ikhsan mengatakan pemerintah mengeluarkan empat rekomendasi untuk kasus Gili Tapan. Isi rekomendasinya antara lain terkait aturan pembukaan lahan baru maupun aturan penjualan lahan bagi yang telah menguasainya. Termasuk di dalamnya tentang pola pengurusan izin bagi investor yang ingin berinvestasi di wilayah tersebut. Tidak terkecuali terkait peruntukannya.

”Rekomendasi ini akan segera kami sosialisasikan kepada masyarakat, pemerintah desa, kecamatan serta pihak terkait lainnya,” kata H Ikhsan, kemarin (6/1).

Selain melahirkan beberapa rekomendasi dalam menyikapi persoalan tersebut, di bagian lain pemerintah daerah juga memberi catatan kepada pihak BPN sebagai penerbit sertifikat. Pemda berharap adanya komunikasi dari BPN sebelum melakukan proses penerbitan sertifikat di wilayah pulau tersebut. Sehingga pemerintah daerah bisa mengetahui lokasi serta peruntukan tanah yang ingin disertifikat tersebut.

Tapi, kata Ikhsan, pemerintah tidak bisa melarang masyarakat untuk menjual lahannya. Namun segala bukti dan dokumen yang lengkap terutama terkait kepemilikan yang sah harus dimiliki. Begitu pula terhadap investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Sumbawa, khususnya di wilayah Gili Tapan, harus disesuaikan peruntukannya.

a�?Ini untuk menghindari beberapa kemungkinan di kemudian hari. Untuk sementara ini kami bersepakat untuk menyetop pembuatan sertifikat di wilayah tersebut sampai ada kesepakatan bersama,” katanya. (aen)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka