Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Satu Program Digarap Keroyokan

Bagikan

MATARAM – Jelang pengukuhan Forum CSR Kementerian Sosial (Kesos) Provinsi NTB, silaturahmi pengurus digencarkan. Kali ini sasarannya adalah Bank Indonesia (BI) Mataram.

“Kita sekaligus bertemu dengan salah satu pembina forum. BI merupakan pembina kami,” kata Ketua Forum CSR Kessos Provinsi NTB H Zainul Aidy, kemarin (6/1).

Dijelaskan, sasaran forum pada program kemiskinan, harapannya bisa membuat masyarakat lebih baik.

“Ini yang ingin kami sampaikan kepada BI,” sambungnya.

Kepala BI Mataram Prijono mengatakan, program yang sudah dibuat oleh forum memang tidak bisa sekali waktu digarap. Dicontohkan, BI ada program yang sampai ditempel hingga tiga tahun.

“Ada koridor yang bersentuhan langsung dengan inflasi seperti cabai di Lombok Timur,” katanya.

Selain itu, sambungnya, ada juga pengembangan sapi di Sumbawa dan tenun di Lombok Timur. Kearifan lokal dikembangkan sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Kalau hanya setahun saja dilepas, bisa bubar program ini,” imbuhnya.

Selain dengan intervensi program atau kearifan lokal, kata Prijono, BI pun mendidik secara pemikiran. Menata mindset masyarakat supaya lebih tangguh.

“Nah, saya rasa melalui forum bisa bekerja keroyokan nanti untuk hal seperti ini,” lanjutnya.

Wakil Ketua II Forum CSR Kessos Dr Sadikin Amir mengatakan, nantinya melalui forum bisa mengambil satu fokus. Pada satu selter bisa diintervensi oleh seluruh anggota forum. Treatment yang diberikan sesuai dengam kebutuhan.

“Tentu nanti perlu dipetakan secara khusus,” katanya.

Program yang dilakukan, sambungnya, tidak perlu muluk. Yang penting bersentuhan langsung dengan masyarakat. Lokasi yang jadi perhatian lingkar hutan, pesisir, maupun kawasan pertanian.

“Harus cari yang paling berat dan susah. Jangan yang gampang, supaya bisa jadi acuan,” tambahnya.

Pembina Forum CSR Kessos yang juga Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, keberadaan forum cukup strategis bagi daerah, utamanya pada pemberdayaan masyarakat miskin. Tinggal para pengurus forum merumuskan strategi program.

“Nanti dari BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta bisa ditawarkan program oleh forum,” katanya.

Sebelum ke BI rombongan Forum CSR yang juga dihadiri Kabid Fakir Miskin Disos Subhan Hasan, Wakil Ketua IV Forum Dr Mahsan, dan Wakil Sekretaris Astar Hadi juga bertandang ke Bank Mandiri. Dalam pertemuan yang dihadiri Area Sales Manager Karnawil Khamidy membahas mengenai program dari Bank Mandiri. Selama ini penyaluran program dari Bank Mandiri memang langsung ke sasaran. Kadang tidak berkoordinasi, tapi langsung diserahkan.

“Bantuan yang diberikan tidak bentuk tunai. Tapi diberikan dalam bentuk program,” kata Karnawil Khamidy.(feb)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka